GROUP RADAK BABEL

Team Radak Babel Team Radak Babel Team Radak Babel

Warisan yang Tak Boleh Hilang: Menguak Cerita Budaya Masyarakat Lekosula

Foto ini di ambil dalam acara santuanan anak yatim tahun 2018

Oleh: DANI PUTRA LEKO SULA

KEPULAUAN SULA, RADAKBABEL.COM — Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, masyarakat Desa Lekosula, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, masih menyimpan kekayaan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat.

Lekosula bukan hanya sebuah desa yang hidup dari bentang pesisir dan laut. Di balik kehidupan masyarakatnya, terdapat warisan nilai, tradisi, kebersamaan dan cerita leluhur yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Budaya bagi masyarakat Lekosula bukan sekadar serangkaian upacara atau tradisi yang dilakukan pada waktu tertentu. Lebih jauh, budaya menjadi bagian dari cara masyarakat membangun hubungan sosial, menghormati orang tua dan leluhur, serta menjaga kebersamaan di tengah kehidupan desa.

Jejak Leluhur yang Tak Boleh Hilang

Cerita tentang Lekosula tidak dapat dipisahkan dari perjalanan masyarakat yang telah mendiami wilayah tersebut sejak masa lalu.

Kisah mengenai asal-usul kampung, perjalanan leluhur, perpindahan masyarakat serta terbentuknya kehidupan sosial menjadi bagian dari cerita yang hidup melalui penuturan masyarakat.

Baca Juga  CIC Desak Kapolri Turun ke Babel: Bongkar Mafia Tin Slag dan Dugaan Beking Oknum Aparat

Di tengah hadirnya generasi muda yang semakin dekat dengan teknologi dan budaya modern, cerita-cerita tersebut menghadapi tantangan besar.

Sebab, ketika cerita leluhur tidak lagi diceritakan, bukan tidak mungkin sejarah sebuah kampung perlahan kehilangan jejaknya.

Karena itu, para orang tua, tokoh masyarakat dan generasi yang memahami sejarah lokal memiliki peran penting untuk menjaga agar pengetahuan tersebut tidak terputus.

Budaya yang Hidup dalam Kebersamaan

Salah satu kekuatan budaya masyarakat desa adalah semangat kebersamaan.

Dalam kehidupan masyarakat pesisir seperti Lekosula, hubungan antarwarga menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai kebutuhan kehidupan. Gotong royong, saling membantu dan menjaga hubungan kekeluargaan menjadi modal sosial yang tidak ternilai.

Nilai tersebut menjadi semakin penting ketika kehidupan masyarakat menghadapi perubahan ekonomi dan sosial.

Modernisasi boleh berkembang, tetapi nilai kebersamaan tidak seharusnya ikut terkikis.

Laut dan Kehidupan Masyarakat

Sebagai wilayah pesisir, laut juga memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat Lekosula.

Laut bukan hanya tempat mencari penghidupan. Bagi masyarakat pesisir, laut merupakan bagian dari ruang kehidupan yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

Baca Juga  Di Balik Kasus ViZ, Ada Bayang-Bayang Oknum Petinggi Babel: Orang Ini Selalu Turun Saat ViZ Ada Masalah

Pengetahuan tentang laut, musim, hasil tangkapan dan cara beradaptasi dengan lingkungan menjadi bagian dari pengetahuan lokal yang terbentuk melalui pengalaman panjang.

Karena itu, menjaga budaya Lekosula juga berarti menjaga hubungan masyarakat dengan lingkungan tempat mereka hidup.

Ketika laut rusak, yang terancam bukan hanya ekonomi masyarakat, tetapi juga bagian dari budaya dan kehidupan yang telah berlangsung selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Tantangan Generasi Muda

Kini tantangan terbesar pelestarian budaya berada pada generasi muda.

Arus informasi yang begitu cepat membuat anak-anak muda memiliki banyak pilihan budaya dari luar. Kondisi tersebut tidak harus dipandang sebagai ancaman, tetapi menjadi tantangan agar budaya lokal tetap mampu bertahan dan beradaptasi.

Generasi muda perlu mengenal cerita kampungnya sendiri sebelum mengenal begitu banyak cerita dari dunia luar.

Sebab identitas tidak lahir dari seberapa banyak seseorang mengenal budaya lain, tetapi juga dari seberapa kuat ia memahami akar budayanya sendiri.

Jangan Biarkan Lekosula Kehilangan Ceritanya

Lekosula memiliki cerita yang jauh lebih besar daripada sekadar nama sebuah desa.

Baca Juga  Modus Licik Penyelundupan 15 Balok Timah: Ditimbun 10 Ton Tepung Tapioka untuk Kelabui Petugas

Ada perjalanan leluhur, kehidupan masyarakat, hubungan dengan laut, nilai kebersamaan dan tradisi yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya.

Semua itu merupakan warisan yang tidak bisa diukur hanya dengan nilai ekonomi. Pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, lembaga pendidikan dan generasi muda memiliki tanggung jawab bersama untuk mendokumentasikan sejarah serta budaya Lekosula. (RADAK)

Hargai Karya Radak Jangan Salin Tanpa Izin

error: Content is protected !!