GRUB RADAK BABEL

Team Radak Babel

Truk Timah Diduga Milik Liku Hantam Rumah Warga, Upaya “Bersih-Bersih Barang Bukti” Terendus di Jebus

BANGKA BARAT, RADAKBABEL.COM – Aroma praktik gelap pengangkutan pasir timah kembali mencuat ke permukaan. Sebuah truk diduga milik seorang bos timah bernama Liku menghantam rumah warga di Desa Ranggi, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat bukan sekadar kecelakaan biasa, tetapi memunculkan dugaan kuat adanya upaya menutupi jejak.

Insiden itu sontak menggegerkan warga sekitar. Truk yang disebut-sebut mengangkut sekitar 3 ton pasir timah itu tak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga menyisakan tanda tanya besar soal legalitas muatan dan sikap sopir pascakejadian.

Alih-alih melapor ke aparat, sopir truk justru diduga mengambil langkah yang mencurigakan. Ia disebut meminta bantuan warga untuk segera memindahkan muatan timah dari kendaraan yang ringsek sebuah tindakan yang dinilai janggal dan berpotensi sebagai upaya “mengamankan” barang bukti.

Baca Juga  Advokat Andi Kusuma: Di Tengah Tekanan Politik dan Hukum, Berbuat Baik Tak Boleh Berhenti

“Upahnya lumayan bang, apalagi mau lebaran. Ada yang sempat video waktu itu, tapi disuruh hapus oleh pihak bos Liku,” ungkap SK (50), warga setempat, dengan nada penuh curiga.

Pengakuan SK memperkuat dugaan adanya intervensi pihak tertentu untuk meredam jejak digital dan menghilangkan bukti di lokasi kejadian. Tak hanya itu, tawaran upah “fantastis” kepada warga untuk memindahkan pasir timah pun menjadi sorotan.

“Setelah nabrak rumah warga, sopir itu malah minta tolong ke warga buat mindahin timahnya. Katanya dibayar besar supaya cepat beres,” lanjut SK.

Sebagian warga, di tengah tekanan ekonomi menjelang Hari Raya, sempat tergoda. Namun, tak sedikit pula yang memilih mundur karena khawatir terseret dalam persoalan hukum yang lebih besar.

Baca Juga  Brangking News Tragedi Berulang di IUP PT Timah, Berapa Nyawa Lagi Harus Hilang?

Sementara itu, rumah warga yang menjadi korban tabrakan mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan tidak sedikit.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait asal-usul pasir timah tersebut maupun status legalitasnya. Ketertutupan ini justru memicu spekulasi liar di tengah masyarakat.

Peristiwa ini kembali membuka tabir buram aktivitas pengangkutan timah di Bangka Belitung sektor yang selama ini kerap diwarnai praktik abu-abu, minim pengawasan, dan diduga melibatkan aktor-aktor kuat di balik layar.

Warga mendesak aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam. Mereka menuntut penyelidikan menyeluruh, transparan, dan tanpa tebang pilih.

Baca Juga  BRANGKINGNEWS: Geger Dunia Timah! Bos Cv Tiga Saudara Akhirnya Dijadikan Tersangka

Jika benar ada upaya penghilangan barang bukti dan intervensi terhadap warga, maka kasus ini bukan lagi sekadar kecelakaan lalu lintasmelainkan indikasi serius praktik ilegal yang harus dibongkar hingga ke akar. (RADAK)

Hargai Karya Radak Jangan Salin Tanpa Izin

error: Content is protected !!