Hot News
Trending Hashtag
Beranda » Nasional » Lokal » Toyo Masih Misteri, 50 Ekskavator Disita – Penegakan Hukum Setengah Jalan?

Toyo Masih Misteri, 50 Ekskavator Disita – Penegakan Hukum Setengah Jalan?

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PANGKALPINANG, RADAKBABEL.COM — Penanganan perkara dugaan tambang ilegal yang kini berada di tangan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel) masih menjadi misteri. Dari total 50 unit alat berat jenis ekskavator (PC) yang diamankan dalam operasi besar-besaran, baru kelompok Herman Fu Cs yang resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Pertanyaannya, apakah penegakan hukum akan berhenti di situ?

Ardi kepada Tim Redaksi Radak Babel, mengatakan sampai sejauh ini kasus 50 Pc belum ada kejelasan apakah hanya sampai di Herman Fu Cs atau terus berlajut.

“Sudah memasuki tiga bulan kasus 50 alat berat itu, belum ada perkembangan apakah tersankanya akan bertambah atau putus di Herman Fu,”ungkap Ardi.

Data yang berhasil di himpun Tim Redaksi Radak Babel di kalangan penambang dan aparat menyebutkan, puluhan alat berat tersebut bukan milik satu dua orang. Sejumlah nama disebut-sebut sebagai pemilik atau pengendali unit-unit ekskavator yang digunakan dalam aktivitas tambang. Namun hingga kini, sebagian besar nama itu belum tersentuh proses hukum.

Rincian 50 Unit Ekskavator yang Disorot

Berikut daftar kepemilikan yang beredar di lapangan:

  • 9 unit diduga milik H. Ton
  • 9 unit PC milik Iben
  • 7 unit milik Hari/Atian
  • 5 unit PC milik Muhammad Dong
  • 1 unit PC diduga milik seorang anggota polisi
  • 8 unit PC diduga milik Firman
  • 6 unit PC tidak diketahui pemiliknya
  • 3 unit PC milik Saripudin
  • 1 unit milik Iwan
  • 1 unit milik Dennis

Total: 50 unit ekskavator.

Jika benar data ini valid dan telah dikantongi aparat, publik mempertanyakan: mengapa baru satu kelompok yang diproses hukum, sementara nama-nama lain belum terdengar dipanggil atau diperiksa secara terbuka?

Nama “Toyo” Masih Misteri

Di tengah pusaran kasus ini, satu nama yang kerap disebut-sebut di lapangan adalah “Toyo”. Namun hingga kini, sosok tersebut masih menjadi misteri. Tidak ada keterangan resmi, tidak ada klarifikasi, dan belum ada penetapan status hukum.

“Hilang tanpa kejelasan kemarin nama toyo ini sempat viral karena di sebut sebut memiliki sejumlah alat berat. Namun kenyataan di lapangan nama Toyo ini menghilang atau senagaja di hilangkan,”ujarnya.

Padahal, dalam praktik pertambangan skala besar yang melibatkan puluhan alat berat, mustahil operasi berjalan tanpa struktur pengendali yang jelas. Apalagi jika aktivitas tersebut berlangsung cukup lama dan melibatkan logistik, bahan bakar, hingga distribusi hasil tambang.

Masyarakat Desak Transparansi Kejati Babel

Masyarakat di Bangka Belitung mendesak Kejati Babel untuk membuka secara transparan perkembangan perkara ini. Mereka menilai, jika benar ada 50 unit alat berat yang beroperasi, maka jejaring aktor di belakangnya tidak mungkin hanya satu kelompok.

“Jangan sampai hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas. Kalau alatnya 50, masa pemainnya cuma satu dua orang?” ujar Ardi

Lebih jauh, sorotan juga tertuju pada dugaan satu unit alat berat yang disebut-sebut milik oknum aparat. Jika benar, maka penanganannya harus dilakukan secara profesional dan terbuka demi menjaga marwah penegakan hukum.

Ujian Besar Penegakan Hukum di Babel

Kasus 50 ekskavator ini bukan sekadar perkara tambang ilegal. Ini adalah ujian integritas bagi aparat penegak hukum di Bangka Belitung. Publik menunggu, apakah Kejati Babel akan menelusuri alur kepemilikan, aliran dana, dan struktur pengendali secara menyeluruh  atau berhenti pada tersangka yang sudah diumumkan. (RADAK)

  • Penulis: Radak

Rekomendasi

  • Sidang KKEP Bripka Sodikin Ditunda, Korban Minta PTDH

    Sidang KKEP Bripka Sodikin Ditunda, Korban Minta PTDH

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, RADAKBABEL.COM — Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) terhadap Bripka Sodikin, anggota Yanma Polda Kepulauan Bangka Belitung yang terjerat kasus dugaan perbuatan asusila terhadap sesama anggota Polri, ditunda hingga Jumat (12/6/2026). Korban, Brigpol Senja, meminta agar Bripka Sodikin dijatuhi sanksi tegas berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Permintaan tersebut disampaikan mengingat yang bersangkutan telah […]

  • Vonis 3 Tahun, Denda Rp100 Juta: Ke Mana Jejak Rp85 Miliar dalam Perkara Ahyan?

    Vonis 3 Tahun, Denda Rp100 Juta: Ke Mana Jejak Rp85 Miliar dalam Perkara Ahyan?

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • 0Komentar

    MENTOK, RADAKBABEL.COM — Upaya hukum banding yang ditempuh Ahyan dalam perkara Nomor 104/Pid.Sus-LH/2026/PN Mtk kini memasuki babak penting. Bukan semata soal apakah hukuman terhadap terdakwa akan diringankan atau justru diperberat, proses banding perkara ini semestinya menjadi ruang untuk menguji kembali sejumlah fakta yang mencuat di persidangan tingkat pertama. Sebab, perkara tersebut tidak berdiri pada angka […]

  • Nama PT TIMAH Mencuat di Sidang Herman Fu, 20 Ton Timah Diakui Dijual Lewat CV BKB

    Nama PT TIMAH Mencuat di Sidang Herman Fu, 20 Ton Timah Diakui Dijual Lewat CV BKB

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, RADAKBABEL.COM — Persidangan kasus dugaan tindak pidana korupsi dan perambahan kawasan hutan di Dusun Nadi dan Lubuk Sarang Ikan, Kecamatan Lubuk Besar, kembali memunculkan fakta-fakta yang mengejutkan. Dalam sidang yang digelar di Ruang Garuda Pengadilan Negeri Kelas I Pangkalpinang, Kamis (18/6/2026), terdakwa Herman Fu bersama terdakwa lainnya dicecar majelis hakim mengenai aliran pasir timah […]

  • Mengapa Harga Timah di Belitung Lebih Murah daripada Bangka? Disparitas Harga yang Menyimpan Banyak Pertanyaan

    Mengapa Harga Timah di Belitung Lebih Murah daripada Bangka? Disparitas Harga yang Menyimpan Banyak Pertanyaan

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • 0Komentar

    Penulis: Radak PANGKALPINANG, RADAKBABEL.COM — Harga timah dunia sedang berada di level tinggi. Namun, tingginya harga komoditas timah di pasar global ternyata belum otomatis dirasakan penambang di seluruh wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Justru muncul persoalan yang semakin sulit diabaikan, mengapa harga timah di Pulau Belitung jauh lebih rendah dibandingkan harga yang beredar di sejumlah wilayah […]

  • Ada Asap Putih Malam Hari di Jelitik, Saat Smelter ATD Kembali Disorot Warga

    Ada Asap Putih Malam Hari di Jelitik, Saat Smelter ATD Kembali Disorot Warga

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • 0Komentar

    Penulis: Icar Radak RADAKBABEL.COM, SUNGAILIAT — Ketika kawasan industri mulai sepi dan sebagian besar aktivitas warga Jelitik memasuki waktu istirahat, namun suasana di sekitar Kawasan Industri Air Kantung justru ada yang berubah. Lampu kendaraan berat terlihat keluar-masuk. Suara mesin terdengar dari kejauhan. Kepulan asap disebut warga muncul dari arah tungku pengolahan. Aktivitas itu, menurut sejumlah […]

  • La Ode M. Murdani, Jurnalis yang Memilih Berdiri Bersama Suara Masyarakat Kecil

    La Ode M. Murdani, Jurnalis yang Memilih Berdiri Bersama Suara Masyarakat Kecil

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    BANGKA BELITUNG, RADAKBABEL.COM –Di tengah derasnya arus informasi dan persaingan dunia media, masih ada sosok jurnalis yang melihat profesinya bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah tanggung jawab sosial. Salah satunya adalah La Ode M. Murdani, seorang jurnalis yang selama ini dikenal aktif menyuarakan berbagai persoalan masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian. Bagi La Ode M. Murdani, pena […]

error: Content is protected !!
expand_less