Hot News
Trending Hashtag
Beranda » Bangka Belitung » Bangka » Teriak Nelayan Tak Didengar, Muara Jelitik Dikuasai Kepentingan

Teriak Nelayan Tak Didengar, Muara Jelitik Dikuasai Kepentingan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUNGAILIAT, RADAKBABEL.COM  – Muara Air Kantung Jelitik bukan lagi sekadar dangkal, tapi sedang dibunuh perlahan. Urat nadi ratusan nelayan tempat sandar, jalur hidup, dan ruang kerja kini berubah jadi medan konflik yang dibiarkan tanpa kendali. Negara terlihat hadir di atas kertas, tapi absen di lapangan.

Pendangkalan yang terus terjadi bukan lagi bisa disebut “proses alam”. Ini akumulasi dari pembiaran panjang terhadap aktivitas penambangan laut di perairan Jelitik yang kian mendekat ke pintu muara. Jalur yang dulu aman kini menyempit, dangkal, dan berbahaya. Nelayan dipaksa berjudi dengan keselamatan setiap kali melaut.

Kerusakan ini nyata. Perahu rusak, mesin jebol, waktu melaut terpangkas, hasil tangkapan merosot. Tapi yang lebih parah: rasa keadilan ikut karam bersama lumpur yang menutup alur muara.

Lebih menyakitkan lagi, di saat nelayan menjerit, suara mereka tenggelam oleh bising mesin tambang inkonvensional (TI) yang terus beroperasi di mulut muara. Protes sudah berulang kali dilakukan dari aksi lapangan hingga surat ke kementerian namun tak satu pun membuahkan perubahan berarti.

“Kami sudah habis cara. Demo sudah, kirim surat sudah. Tapi muara tetap begini. Jadi sebenarnya kami ini dianggap apa?” tegas At (67), nelayan tradisional.

Situasi makin memalukan ketika organisasi yang seharusnya menjadi benteng nelayan justru melemah oleh konflik internal. Perpecahan membuat suara nelayan kehilangan daya tekan. Sementara di sisi lain, aktivitas tambang justru semakin leluasa.

Kebijakan yang diambil pun menimbulkan tanda tanya besar. Di tengah tuntutan agar muara dibersihkan dari aktivitas tambang, justru muncul legalisasi puluhan ponton PIP di sekitar alur masuk. Dalih “pengerukan” digunakan, tapi praktik di lapangan terlihat seperti penambangan biasa.“Kalau benar mau bantu, kenapa caranya malah seperti ini? Ini muara mau diselamatkan atau sekalian dihabiskan?” kritik nelayan.

Dugaan pelanggaran semakin terang. Jumlah ponton di lapangan disebut tidak sebanding dengan SPK yang dikeluarkan. Banyak yang beroperasi tanpa izin jelas, namun tetap berjalan dengan “menumpang” pada mitra resmi. Skema ini bukan sekadar celah ini potensi pelanggaran yang dibiarkan terbuka.“Kalau tidak punya SPK tapi tetap jalan, itu namanya apa? Legal atau pembiaran?” tegas salah satu nelayan.

Sementara itu, langkah-langkah yang diklaim sebagai solusi pengerukan 480 jam, rencana pemasangan jumbo bag, hingga siaga alat berat dinilai belum menyentuh akar persoalan. Selama aktivitas tambang masih bercokol di sekitar muara, setiap upaya hanya akan menjadi tambal sulam.

Nelayan tidak butuh janji. Mereka butuh tindakan tegas.

Hentikan seluruh aktivitas tambang di sekitar pintu muara. Tertibkan ponton tanpa izin. Buka secara transparan data SPK. Dan kembalikan fungsi muara sebagai jalur hidup nelayan bukan ladang eksploitasi.

Jika tidak, maka ini bukan lagi soal kebijakan yang keliru. Ini adalah bentuk pembiaran yang secara perlahan menghapus mata pencaharian nelayan.

“Kami tidak minta banyak. Cuma minta muara ini dikembalikan seperti dulu. Kalau terus begini, kami bisa mati pelan-pelan,” tutup Bd (65).

Muara Jelitik hari ini adalah cermin: ketika kepentingan tambang dibiarkan lebih kuat dari suara rakyat, maka yang tenggelam bukan hanya muara tapi juga keadilan. (RADAK)

  • Penulis: Radak

Rekomendasi

  • Kapolresta Pangkalpinang Sambangi Kantor Radak Babel, Ajak Jaga Kondusifitas Kota

    Kapolresta Pangkalpinang Sambangi Kantor Radak Babel, Ajak Jaga Kondusifitas Kota

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, RADAKBABEL.COM — Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Kantor Redaksi Radak Babel, Jalan Tonywen, Kota Pangkalpinang, saat Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Max Mariners, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan silaturahmi, didampingi Kasat Intelkam Polresta Pangkalpinang AKP Suman Sirait, SH., pada hari ini, Kamis (12/2/2024) siang. Kedatangan orang nomor satu di jajaran Polresta Pangkalpinang tersebut disambut […]

  • Sempat Selundupkan Timah Dan Di Hantam Badai, Gudang AHN Digerebek Satgas Halilintar

    Sempat Selundupkan Timah Dan Di Hantam Badai, Gudang AHN Digerebek Satgas Halilintar

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    RADAKBABEL.COM, BANGKA BARAT — Masih ingat dengan kasus penyelundupan pasir timah yang berhasil diamankan Tim Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel, Kamis (15/5/2025) lalu. Kapal kayu bermuatan puluhan ton pasir timah di perairan Paitjaya, Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Yang dikemas dalam 400 karung itu dibawa menggunakan KM Laut Biru V dan rencananya akan diselundupkan ke negara […]

  • Di Balik Sorotan Gudang Kelabat, Acong Sebut Semua Aktivitas Sesuai Aturan

    Di Balik Sorotan Gudang Kelabat, Acong Sebut Semua Aktivitas Sesuai Aturan

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    PARITTIGA, RADAKBABEL.COM — Di tengah derasnya sorotan publik terhadap aktivitas gudang penampungan pasir timah di Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, muncul sisi lain dari cerita yang selama ini beredar. Pengusaha yang disebut-sebut sebagai pemilik gudang, Acong, akhirnya angkat bicara dan membantah berbagai tudingan yang menyebut aktivitasnya berada di luar koridor hukum. Dalam penelusuran investigatif, klaim yang […]

  • Misteri 3 Ton Timah Lempengan dari Bekas Smelter DS, Kok Bisa Lolos?

    Misteri 3 Ton Timah Lempengan dari Bekas Smelter DS, Kok Bisa Lolos?

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • 0Komentar

    RADAKBABEL.COM,PANGKALPINANG —  Informasi mengenai dugaan keluarnya sekitar 3 ton timah lempengan dari area bekas smelter DS di Jalan Ketapang, Pangkalpinang, memunculkan pertanyaan baru di tengah sorotan terhadap maraknya peredaran timah balok dari Pulau Bangka. Berdasarkan informasi yang diterima Tim Radak Babel dari narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, dugaan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam hingga […]

  • Ada Apa Hutan Lindung Air Bulin Sudah Hampir Gundul

    Ada Apa Hutan Lindung Air Bulin Sudah Hampir Gundul

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    RADAKBABEL.COM, BANGKA BARAT — Hutan Air nyatoh Air Bulin, sebagian sudah hampir gundul digulung oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab, aksi mereka bertepatan pada malam hari pukul 12:00 wib. Hutan yang penuh kesejukan yang masuk sebuah kawasan hutan yang kaya akan pohon Nyatoh (flora identitas Babel) dan dikelola sebagai destinasi ekowisata, yaitu Hutan Lindung, Desa Air […]

  • Wakatobi: Empat Gugusan Pulau, Satu Pesona Surga Bahari

    Wakatobi: Empat Gugusan Pulau, Satu Pesona Surga Bahari

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • 0Komentar

    WAKATOBI, RADAKBABEL.COM — Di ujung tenggara Sulawesi, terbentang sebuah kepulauan yang seolah dirancang alam untuk menjadi salah satu permata bahari Indonesia: Wakatobi. Kepulauan yang berada di Sulawesi Tenggara ini terbentuk melalui proses geologi yang berlangsung dalam waktu panjang hingga melahirkan gugusan pulau-pulau kecil dengan karakter alam yang beragam. Laut biru, pantai yang memukau, hamparan terumbu […]

error: Content is protected !!
expand_less