GROUP RADAK BABEL

Team Radak Babel

Saatnya Bangka Belitung Berhenti Bergantung pada Timah dan Kembali Menghidupkan Pertanian

FOTO: Rosmeta mahasiswa IAIN SAS BABEL

oleh: Rosmeta

BANGKA, RADAKBABEL.COM–Selama puluhan tahun, timah telah menjadi denyut utama perekonomian Bangka Belitung. Dari pesisir hingga pedalaman, kehidupan masyarakat seakan tidak pernah jauh dari aktivitas pertambangan. Namun pertanyaan besar yang perlu dijawab bersama adalah: sampai kapan Bangka Belitung akan terus bergantung pada timah?

Timah merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Cepat atau lambat, cadangan akan semakin menipis. Ketika hal itu terjadi, daerah ini berisiko menghadapi persoalan ekonomi yang serius jika sejak sekarang tidak menyiapkan sektor alternatif yang mampu menopang kehidupan masyarakat.

Ironisnya, di tengah kekayaan alam yang dimiliki, Bangka Belitung sebenarnya memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Ribuan hektare lahan masih dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas unggulan seperti lada, kelapa, jagung, cabai, sayur-mayur, buah-buahan, hingga tanaman pangan lainnya. Namun sektor ini sering kali kalah menarik dibandingkan keuntungan instan dari pertambangan.

Baca Juga  Terbongkar! Gudang Timah Ilegal Dekat Mako Brimob Simpan Berton-ton Timah, Siapa Aktor Besarnya?

Budaya ketergantungan terhadap timah secara tidak langsung telah membentuk pola pikir sebagian masyarakat yang lebih memilih pekerjaan tambang dibandingkan mengembangkan sektor pertanian. Padahal, negara-negara maju justru menjadikan ketahanan pangan sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi mereka.

Pertanian bukan hanya soal menanam dan memanen. Pertanian adalah sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja berkelanjutan, menjaga stabilitas ekonomi desa, meningkatkan ketahanan pangan daerah, serta mengurangi ketergantungan terhadap komoditas tambang yang sifatnya terbatas.

Jika lahan-lahan bekas tambang direklamasi dan dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin kawasan tersebut dapat kembali produktif. Pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat perlu bersinergi untuk membangun ekosistem pertanian modern yang mampu menarik minat generasi muda.

Baca Juga  Lebih dari Sekadar Usaha, Tambak Udang Jadi Sumber Nafkah dan Masa Depan Warga Parittiga

Anak-anak muda Bangka Belitung harus mulai melihat pertanian sebagai peluang usaha masa depan, bukan sebagai pekerjaan kelas dua. Dengan teknologi pertanian modern, pemasaran digital, serta dukungan kebijakan yang tepat, sektor pertanian dapat menjadi sumber kesejahteraan yang lebih stabil dibandingkan bergantung pada naik turunnya harga timah.

Sudah saatnya Bangka Belitung melakukan transformasi ekonomi. Timah memang telah berjasa membangun daerah ini, tetapi masa depan tidak boleh hanya bergantung pada satu komoditas. Ketika pertanian, perikanan, perkebunan, dan sektor produktif lainnya berkembang, masyarakat akan memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Masyarakat Bangka Belitung perlu menyadari bahwa kekayaan sejati bukan hanya yang tersimpan di dalam tanah, tetapi juga yang mampu tumbuh dan berkembang di atas tanah. Karena pada akhirnya, tambang bisa habis, tetapi pertanian yang dikelola dengan baik akan terus memberi kehidupan dari generasi ke generasi. (RADAK)

Hargai Karya Radak Jangan Salin Tanpa Izin

error: Content is protected !!