GRUB RADAK BABEL

Team Radak Babel

Saat Pemain Kecil Diburu, Cukong Besar Menguap: Ke Mana Ajang?

Gambar ilustrasi IA

BANGKA BARAT, RADAKBABEL.COM Sosok Ajang (39) kini menjelma menjadi misteri yang menggantung di tengah riuhnya isu tambang timah di Parittiga. Warga Jampan itu seolah lenyap tanpa jejak, tepat setelah kedatangan tim Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI ke wilayah tersebut pada 2025 silam.

Nama Ajang bukan pemain pinggiran. Ia dikenal sebagai salah satu aktor besar dalam pusaran bisnis timah, bahkan disebut memiliki jaringan kuat. Tak hanya itu, gurita usahanya merambah ke sektor perkebunan dengan kepemilikan puluhan hektare sawit yang diduga berada di kawasan hutan.

Seorang warga berinisial AN (30) mengungkapkan bahwa Ajang dan sejumlah nama lain merupakan pemain lama dengan kekuatan modal besar.

Baca Juga  Bersama Mitra Usaha, PT TIMAH Lakukan Pengerukan Muara Air Kantung Guna Permudah Akses Nelayan

“Kalau dibilang cukong besar, ya mereka ini. Sawitnya luas. Dugaan masyarakat, keuntungan dari timah dialihkan ke kebun supaya tidak terlalu terlihat,” ujarnya.

Meski nama-nama tersebut kerap muncul dalam berbagai pemberitaan, publik justru dibuat heran. Alih-alih tersentuh hukum, para aktor besar ini seperti menghilang begitu saja tanpa kejelasan.

Di lapangan, aktivitas tambang disebut masih terus berjalan. Rantai distribusi tetap hidup, kolektor kecil masih membeli hasil tambang, seolah tak pernah ada operasi penindakan.

DK (50), seorang penambang lama, mengaku fenomena ini bukan hal baru.

“Sudah lama pola seperti ini. Yang kecil kena, yang besar hilang. Entah dilindungi atau memang tidak disentuh,” katanya.

Baca Juga  Breaking news Satgasus Berhasil Amankan Timah Di Smelter Jelitik Sungailiat 

Situasi ini memantik pertanyaan serius di tengah masyarakat: ke mana para pemain besar itu pergi? Mengapa hukum terkesan hanya menyasar lapisan bawah? Kini, publik menunggu jawaban. Apakah ini sekadar kebetulan, atau ada sesuatu yang lebih besar tersembunyi di balik sunyinya nama-nama besar tersebut. (RADAK)

Hargai Karya Radak Jangan Salin Tanpa Izin

error: Content is protected !!