Hot News
Trending Hashtag
Beranda » Berita » Puluhan TI Rajuk di Pesisir Sungailiat Ganggu Jalur Nelayan, Perahu Kerap Kandas

Puluhan TI Rajuk di Pesisir Sungailiat Ganggu Jalur Nelayan, Perahu Kerap Kandas

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUNGAILIAT, RADAKBABEL.COM — Aktivitas puluhan tambang inkonvensional (TI) rajuk jenis tower di pesisir Jelitik–Rambak, Sungailiat, dikeluhkan nelayan tradisional karena dinilai mengganggu jalur keluar-masuk perahu di muara Air Kantung.

Sejumlah nelayan menyebut, aktivitas penambangan yang berdekatan dengan bibir pantai menyebabkan sedimentasi dan penumpukan tailing yang menutup alur pelayaran. Akibatnya, perahu nelayan kerap kandas saat hendak melaut maupun kembali ke darat.

“Dulu masih bisa disiasati walau sering kandas. Sekarang sudah susah, perahu sering tersangkut,” kata Am, salah satu nelayan setempat, Kamis (23/4).

Keluhan serupa disampaikan nelayan lainnya, Bd. Ia mengatakan, kondisi tersebut memaksa nelayan melaut lebih jauh hingga belasan bahkan puluhan mil untuk mendapatkan hasil tangkapan.

“Hasil tangkapan berkurang, jalur keluar masuk juga sulit. Kami harus pergi lebih jauh,” ujarnya.

Selain itu, nelayan juga menyoroti penumpukan tailing yang disebut-sebut telah membentuk daratan baru di sekitar perairan tersebut. Mereka mempertanyakan pengawasan terhadap aktivitas tambang yang berlangsung di dekat kawasan pesisir.

Nelayan mengaku tidak mengetahui status legalitas tambang tersebut, namun meminta aparat terkait, termasuk kepolisian perairan yang memiliki pos di sekitar lokasi, untuk mengambil tindakan.

“Kami tidak tahu ini legal atau tidak. Tapi kami harap ada tindakan, karena ini menyangkut mata pencaharian kami,” kata seorang nelayan lainnya.

Pada Kamis siang, puluhan nelayan sempat mendatangi pos penimbangan yang berada tidak jauh dari lokasi penambangan. Kedatangan mereka untuk menyampaikan keberatan atas aktivitas tambang yang dianggap mengganggu jalur perahu.

Para nelayan menegaskan bahwa mereka tidak menolak aktivitas pertambangan, namun meminta agar kegiatan tersebut tidak merugikan mereka sebagai pencari ikan tradisional.

Sementara itu, salah satu penambang yang ditemui di lokasi menyebutkan bahwa aktivitas puluhan TI rajuk tersebut beroperasi di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Timah. Pasir timah hasil penambangan, menurutnya, ditampung oleh sejumlah perusahaan CV.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai keluhan nelayan dan dampak aktivitas penambangan di kawasan tersebut. (RADAK)

  • Penulis: Bagas Wiratama

Rekomendasi

  • Tercatat Udang Ternyata Timah Balok, Modus Lama Penyeludupan Kembali Terjadi Di Mentok

    Tercatat Udang Ternyata Timah Balok, Modus Lama Penyeludupan Kembali Terjadi Di Mentok

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    MENTOK, RADAKBABEL.COM — Kepolisian Resor Bangka Barat berhasil menggagalkan upaya penyelundupan balok timah dan pasir timah di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Aksi tersebut dinilai berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara hingga mencapai Rp 5 miliar akibat aktivitas pertambangan ilegal. Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh Tim Hiu Satpolair Polres Bangka Barat pada Rabu (28/1/2026) […]

  • 7 Pekerja Mati, Timah Tetap Jalan: PT Timah Disorot, Anggi Siahaan Bungkam Total

    7 Pekerja Mati, Timah Tetap Jalan: PT Timah Disorot, Anggi Siahaan Bungkam Total

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    SIMAK VIDEO RADAK BABEL BANGKA, RADAKBABEL.COM — Tragedi tewasnya tujuh pekerja tambang di kawasan Pondi, Pemali, bukan sekadar kecelakaan kerja. Ia adalah potret telanjang betapa murahnya nyawa manusia di tengah gurita bisnis timah yang rakus dan tak bertuan. Di atas tujuh liang kubur yang masih basah, yang terdengar justru bukan tanggung jawab, melainkan koor saling […]

  • Harusnya ke Bangka, Kok Malah ke PIK 2?

    Harusnya ke Bangka, Kok Malah ke PIK 2?

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA, RADAKBABEL.COM — Upaya penyelundupan pasir timah ilegal kembali memperlihatkan betapa rapuhnya pengawasan distribusi mineral di Indonesia. Kali ini, TNI Angkatan Laut membongkar pengiriman mencurigakan sebanyak 16 ton pasir timah yang berakhir di kawasan pergudangan elit Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten. Pengungkapan ini bukan perkara kecil. Jalur distribusinya diduga dirancang rapi, melibatkan lintas […]

  • Futmuk Divonis 3 Tahun, Timah Ilegal Bernilai Ratusan Ribu per Kg: Siapa Pemodalnya?

    Futmuk Divonis 3 Tahun, Timah Ilegal Bernilai Ratusan Ribu per Kg: Siapa Pemodalnya?

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • 0Komentar

    BANGKA BARAT, RADAKBABEL.COM — Vonis tiga tahun penjara terhadap Futmuk alias Amuk kembali membuka wajah lain dari panjangnya rantai perdagangan pasir timah ilegal di Bangka Belitung. Bukan sekadar soal seseorang mengangkut mineral tanpa izin, perkara ini memperlihatkan bagaimana hasil tambang dari tanah Bangka dapat didorong hingga keluar negeri dan diperdagangkan demi keuntungan. Pengadilan Negeri Mentok […]

  • Tak Ingin Berlarut, Manajemen ViZ Akhirnya Pastikan Pemenuhan Hak-Hak Karyawan

    Tak Ingin Berlarut, Manajemen ViZ Akhirnya Pastikan Pemenuhan Hak-Hak Karyawan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, RADAKBABEL.COM — Gelombang keluhan karyawan perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) merek ViZ di Pangkalpinang akhirnya memaksa manajemen angkat suara. Setelah berminggu-minggu menjadi sorotan pemberitaan terkait dugaan pengabaian hak-hak pekerja, Direktur PT Citra Golden Tunggal, Zamzami, yang mewakili Owner ViZ Acung, akhirnya bersedia mengeluarkan pernyataan resmi tertanggal 12 Februari 2026. Surat itu terbit sehari […]

  • Korban Laka Tambang Ditampung di Rumah Orang Tua Akian, Peran Pengumpul Timah Mulai Terkuak

    Korban Laka Tambang Ditampung di Rumah Orang Tua Akian, Peran Pengumpul Timah Mulai Terkuak

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    BANGKA, RADAKBABEL.COM —  Perkembangan terbaru kasus kecelakaan tambang maut di kawasan Pondi Pemali kembali memunculkan fakta-fakta baru yang mengundang sorotan publik. Informasi dari sumber lapangan menyebutkan, para korban selamat dan korban saat ini sementara di evakuasi di rumah orang tua Akian, yang berlokasi di Gang Srikandi, Kecamatan Pemali. Langkah tersebut memicu pertanyaan di tengah masyarakat, […]

error: Content is protected !!
expand_less