GRUB RADAK BABEL

Team Radak Babel

Perusahaan Untung, Warga Nangka Swadaya Tambal Jalan Rusak

BANGKA, RADAKBABEL.COM — Apa yang terjadi di Desa Nangka, Kecamatan Air Gegas, bukan lagi sekadar keluhan soal jalan rusak. Ini adalah ledakan kemarahan warga yang merasa diinjak oleh kepentingan investasi yang datang membawa alat berat, tetapi meninggalkan penderitaan.

Jalan Tani yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi masyarakat kini berubah bak kubangan lumpur dan jebakan maut. Ironisnya, kerusakan itu terjadi justru setelah aktivitas proyek PT Bukit Palma Prima (PT BPP) keluar masuk tanpa henti selama berbulan-bulan.

Warga menilai perusahaan datang dengan janji kesejahteraan, namun yang tersisa justru luka bagi desa. Hasil kebun terganggu, akses ekonomi lumpuh, dan aktivitas harian masyarakat dipersulit oleh jalan yang hancur perlahan.

Baca Juga  Dibiarkan Tanpa Izin, Berujung Kuburan Massal: Skandal Tambang Pondi di IUP PT Timah

Ketika harapan tak lagi dijawab, warga akhirnya bergerak sendiri. Dengan biaya swadaya, mereka mengurug jalan menggunakan tanah puru—sebuah simbol bahwa masyarakat kecil dipaksa memperbaiki kerusakan yang bukan mereka ciptakan.

Lebih keras lagi, warga kini memasang garis tegas: alat berat dan kendaraan operasional PT BPP dilarang melintas di Jalan Tani. Pos penjagaan didirikan. Bukan untuk mencari konflik, tetapi sebagai bentuk perlawanan terhadap sikap perusahaan yang dinilai tutup mata.

“Kalau perusahaan hanya datang merusak lalu lepas tangan, untuk apa dipertahankan di desa ini?” suara-suara seperti itu kini menggema di tengah masyarakat.

Yang membuat kemarahan warga makin memuncak adalah sikap bungkam perusahaan. Di saat masyarakat berjibaku memperbaiki jalan dengan tenaga sendiri, pihak perusahaan justru belum memberikan tanggapan berarti. Diamnya perusahaan kini dianggap bukan lagi kelalaian, melainkan bentuk pengabaian terhadap penderitaan warga.

Baca Juga  Tim Hiu Satpolair Polres Bangka Barat Berhasil Amankan 10 Ton Timah Jalur Mentok Palembang

Konflik ini menjadi tamparan keras bahwa investasi tanpa tanggung jawab sosial hanya akan melahirkan perlawanan. Sebab bagi warga Desa Nangka, jalan tani bukan sekadar akses biasa—itu adalah jalur kehidupan, sumber penghidupan, dan masa depan keluarga mereka.

Dan ketika jalan kehidupan itu dihancurkan, warga memilih melawan daripada terus dipaksa diam. (dk/RADAK)

Hargai Karya Radak Jangan Salin Tanpa Izin

error: Content is protected !!