GROUP RADAK BABEL

Team Radak Babel
Berita  

Penjaga Pantai Air Anyir Klaim Dianiaya Orang yang Mengaku Satgas

RADAKBABEL.COM BANGKA — Penjaga Pantai Air Anyir, Kabupaten Bangka, Tamim, mengaku menjadi korban tindakan kekerasan saat sejumlah orang yang mengklaim sebagai Satgas Trisakti mendatangi kawasan pantai pada Jumat malam, 18 Juni 2026.

Tamim menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar selepas Magrib. Saat itu, ia tengah memperbaiki traktor yang mengalami kerusakan di ujung area pantai.

“Saya tidak tahu sama sekali. Habis Magrib saya sedang memperbaiki traktor” ujarnya.

Tamim melihat satu unit mobil Mitsubishi Pajero berwarna cokelat berada di area pantai. Ia mengira kendaraan tersebut milik pengunjung karena Pantai Air Anyir merupakan kawasan terbuka untuk umum.

“Saya kira pengunjung saja. Memang di sini bebas siapa saja datang,” katanya.

Baca Juga  DLHK Sebut Gudang PT BBBS Belum Miliki Persetujuan Lingkungan

Tidak lama berselang, ia didatangi sejumlah orang yang mengaku sebagai anggota satgas.

“Informasinya Satgas. Dia bilang saya Satgas Trisakti,” ungkapnya.

Tamim mengaku sempat ditanya mengenai pengemudi mobil Pajero tersebut. Ia menegaskan tidak mengetahui siapa pemilik maupun orang yang membawa kendaraan itu.

“Ditanya pengemudinya siapa. Saya bilang saya tidak tahu,” ujarnya.

Tamim juga mengaku sempat mendapat perlakuan kasar dari salah satu orang yang berada di lokasi. Ia menyebut kekerasan itu terjadi di area pantai.

“Ya saya sempat dipukul. Kejadiannya di sini,” katanya.

Ia menduga perlakuan tersebut muncul karena dirinya dianggap mengetahui aktivitas kendaraan yang berada di lokasi. Namun ia menegaskan tidak memiliki informasi apa pun terkait kejadian tersebut.

Baca Juga  Direktur PT BBBS Bungkam atas Pertanyaan Legalitas Penampungan Ribuan Ton Tin Slag di Pasir Padi

Selain mobil Pajero, Tamim menyebut sempat melihat sebuah truk yang diduga telah lebih dulu meninggalkan lokasi. Namun ia juga mengaku tidak mengetahui isi maupun tujuan kendaraan itu.

“Truknya sudah dibawa duluan. Saya tidak tahu isinya apa,” jelasnya.

Tamim kembali menegaskan bahwa dirinya hanya bertugas menjaga kawasan pantai dan tidak mengetahui adanya aktivitas dugaan pengiriman timah di lokasi tersebut.

“Saya sebagai penjaga saja. Kalau ada mobil datang ke sini, saya tidak paham dan tidak tahu tujuannya,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa telepon genggam miliknya sempat diambil oleh orang yang datang ke lokasi, namun kemudian dikembalikan disertai permintaan maaf.

“Ada orang datang mengantarkan HP saya dan minta maaf. HP itu sempat diambil,” katanya. (RADAK BABEL)

Hargai Karya Radak Jangan Salin Tanpa Izin

error: Content is protected !!