GROUP RADAK BABEL

Team Radak Babel Team Radak Babel Team Radak Babel

Pawai 17 Agustus Ramai, UMKM Menanti Rezeki di Tengah Kerumunan Warga

Penulis: Yuda Radak

RADAKBABEL.COM, PANGKALPINANG — Derap langkah peserta pawai dan riuh warga yang memadati jalanan Kota Pangkalpinang tak hanya menjadi tontonan.

Di sela kemeriahan Pawai Baris-Berbaris dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (26/8/2026), terselip harapan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk membawa pulang tambahan penghasilan.

Sejumlah pedagang membuka lapak di sekitar jalur pawai. Makanan ringan, minuman, dan aneka jajanan ditawarkan kepada warga yang datang bersama keluarga maupun teman.

Bagi pedagang kecil, keramaian menjadi peluang yang tidak selalu mereka dapatkan setiap hari. Ribuan pasang mata yang tertuju pada pawai sekaligus menjadi pasar potensial bagi dagangan mereka.

Namun, ramainya suasana belum otomatis membuat transaksi ikut membludak. Sebagian pedagang masih harus menunggu warga berhenti, melihat dagangan, kemudian memutuskan untuk membeli.

Baca Juga  Mabes TNI Diminta Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Intel Kodam Selundupkan Timah Ilegal

Salah seorang pedagang UMKM, Hidayat, yang buka lapak di Jalan Toni Wen depan Kantor Media Online Radak Babel mengatakan kegiatan seperti pawai memberikan ruang bagi pedagang kecil untuk mencari tambahan pendapatan.

“Menurut saya, acara seperti ini cukup membantu pedagang seperti kami. Banyak masyarakat yang datang menonton. Walaupun dagangan saya belum banyak pembeli karena baru hari pertama, itu masih wajar,” ujar Hidayat, Rabu (26/8/2026).

Bagi Hidayat, kehadiran masyarakat menjadi modal utama bagi UMKM yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

Semakin ramai pengunjung, semakin besar pula peluang produk yang mereka jajakan dilirik dan dibeli.

Di tengah kesibukan melayani pembeli, para pedagang juga menjadi bagian dari suasana perayaan kemerdekaan. Mereka berjualan sekaligus menyaksikan kemeriahan pawai yang berlangsung di pusat kota.

Baca Juga  Sidang Penyelundupan Timah ke Malaysia Hadirkan Tujuh Saksi, Dua Nama Baru Muncul di Persidangan

Kondisi ini menunjukkan bahwa kegiatan publik tidak hanya memiliki nilai hiburan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi bagi pelaku usaha kecil. Kerumunan warga menciptakan ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka secara langsung.

Para pedagang berharap kegiatan serupa terus digelar dan mampu menghadirkan keramaian yang berkelanjutan. Mereka juga berharap masyarakat tidak sekadar datang menonton, tetapi ikut menggerakkan ekonomi lokal dengan membeli produk yang ditawarkan UMKM.

Bagi pedagang kecil seperti Hidayat, kemeriahan pawai bukan semata soal banyaknya warga yang datang.

Di balik kerumunan itu ada harapan sederhana, mereka ingin dagangan laris, modal kembali, dan ada rezeki yang bisa dibawa pulang.

Baca Juga  Tin Slag Milik ‘Hantu’ Bergerak Lagi: Satu Truk Keluar dari Besea, Siapa Pemiliknya?

Sebab bagi UMKM, setiap kerumunan adalah peluang, dan setiap transaksi adalah napas bagi usaha kecil untuk terus bertahan. (Rdk)

Hargai Karya Radak Jangan Salin Tanpa Izin

error: Content is protected !!