GRUB RADAK BABEL

Team Radak Babel

Nyaris Tembus Pangkalbalam: 10 Ton Timah Ilegal, Sopir Dibayar Rp3 Juta, Siapa Dalangnya ?

Gambar milik Radak Babel

PANGKALPINANG, RADAKBABEL.COM Malam di kawasan Kampak, Kota Pangkalpinang, Rabu (1/4/2026), tak lagi sekadar sunyi. Ia berubah menjadi panggung operasi senyap perburuan timah ilegal yang nyaris lolos di depan mata hukum.

Sekitar pukul 23.00 WIB, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polresta Pangkalpinang di bawah komando Kasat Reskrim Polresta  AKP Dr. Singgih Aditya Utama, S.i.k., M.H dan Kanit II Tipidter, Ipda Riki Abprizon, S.H., menerima informasi adanya dugaan penyelundupan timah balok dalam jumlah besar. Informasi itu bukan kabar biasa – ia menjadi pemicu gerak cepat tim yang langsung menyebar ke empat titik berbeda.

Operasi dilakukan senyap. Tanpa sorotan, tanpa suara.

Sejumlah jurnalis investigasi turut mengikuti dari kejauhan, mengamati setiap pergerakan yang berlangsung di bawah bayang gelap malam.

Pukul 23.10 WIB, tim mulai melakukan pengintaian di sebuah gudang yang dicurigai sebagai titik muat. Kondisinya sunyi, gelap, nyaris tak menunjukkan aktivitas. Namun dalam dunia penyelundupan, ketenangan sering kali adalah kamuflase.

Dua setengah jam berlalu.

Ketika waktu mendekati dini hari, sebuah truk kuning dengan bak biru bernomor polisi A 9597 B akhirnya bergerak keluar. Muatannya puluhan kardus misterius langsung memicu kecurigaan.

Namun, operasi malam itu tak berjalan mulus.

Dua sepeda motor tanpa identitas terlihat membuntuti. Bukan sekadar kebetulan, keduanya diduga kuat sebagai “pengawas lapangan” mata dan telinga dari jaringan yang lebih besar. Bahkan, beberapa pria tak dikenal tampak mondar-mandir di sekitar lokasi, mengawasi balik pergerakan aparat.

Baca Juga  Ingat Proyek OTT Long Segment, Belum Setahun Kini Hancur " Kevin: Saya Juga Mau Jadi Media Bos

Situasi berubah tegang.

Merasa operasi mulai terendus, Ipda Riki mengambil langkah taktis. Tim ditarik mundur secara terukur. Sebuah strategi untuk memancing target keluar dari zona aman.

Dan benar saja.

Sekitar 10 menit kemudian, truk tersebut kembali bergerak, kini menjauh dari gudang dan melaju ke arah Pelabuhan Pangkalbalam. Jarak yang cukup dari titik awal menjadi momen krusial.

Tanpa menunggu lebih lama, tim Tipidter langsung melakukan penyergapan.

Truk dihentikan. Sopir diamankan.

Dalam pemeriksaan awal, sopir bernama Saib mencoba mengelak. Ia mengaku tak mengetahui isi muatan, menyebut hanya mengangkut “besi rongsokan”. Namun keterangan itu berubah-ubah. Dari tidak tahu, menjadi ragu, hingga akhirnya mengakui adanya dus tanpa mengetahui pasti isinya.

Kecurigaan semakin menguat.

Kamis, (2/4/2026) pukul 00.28 wib. Di Mapolresta Pangkalpinang, tim tak butuh waktu lama untuk membongkar muatan. Disaksikan langsung oleh penyidik, sopir, dan tim investigasi, terpal oranye dibuka.

Apa yang tersaji di baliknya bukan lagi dugaan.

Tumpukan karung jumbo berisi balok timah – diperkirakan hampir 10 ton – terkuak jelas.

Baca Juga  PELEBURAN TIMAH, Ilegal Digerebek Sumber Sebut: Diduga Ada Keterkaitan Oknum Polisi!

Sopir terdiam. Lesu. Tak lagi banyak bicara.

Namun cerita belum berhenti di situ.

Pengembangan langsung mengarah ke gudang asal muatan. Dari hasil penelusuran awal, lokasi tersebut diduga terkait dengan oknum aparat yang berdinas di lingkungan Polda Bangka Belitung. Nama “BaS” mulai beredar dalam bisik-bisik lapangan, disebut sebagai salah satu pihak yang diduga memiliki keterkaitan.

Di sisi lain, hasil penelusuran administrasi kendaraan menunjukkan truk tersebut terdaftar atas nama sebuah perusahaan, dengan tujuan pengiriman ke wilayah Provinsi Banten.

Sopir mengaku hanya dibayar Rp3 juta oleh seseorang berinisial “Wah”.

Nilai kecil untuk risiko besar. Namun cukup untuk menggambarkan adanya struktur kerja yang rapi di mana sopir hanyalah lapisan paling bawah.

Penangkapan ini membuka satu fakta yang sulit dibantah: praktik produksi dan distribusi timah ilegal di Bangka Belitung belum pernah benar-benar mati.

Di tengah menurunnya produksi resmi, aktivitas “balok liar” justru diduga terus berjalan di balik gudang-gudang tertutup.

Kerugian negara bukan lagi hitungan kecil.

Dan yang lebih mengkhawatirkan, muncul dugaan adanya keterlibatan oknum aparat dalam rantai distribusi.

Terpisah, Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, S.I.K., M.H., membenarkan penangkapan tersebut. Namun ia menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan dan belum ditemukan bukti keterlibatan aparat.

Baca Juga  SKANDAL TRAWL BABEL: Bisnis Haram Terorganisir, Nama Oknum Mulai Terkuak !

“Masih kami dalami. Sejauh ini belum ada yang mengarah ke oknum aparat. Sopir juga mengaku tidak mengetahui pemilik timah tersebut,” ujarnya.

Pernyataan itu kini diuji oleh fakta di lapangan. Sebab jika hampir 10 ton timah bisa bergerak rapi, dikawal, dan nyaris lolos hingga pelabuhan maka satu pertanyaan tak terelakkan:

Siapa yang sebenarnya bermain di belakangnya?

Kasus ini bukan sekadar penangkapan.

Ini adalah pintu masuk menuju sesuatu yang lebih besar—jaringan, sistem, dan kemungkinan keterlibatan pihak-pihak yang selama ini tak tersentuh. Dan publik kini menunggu, apakah penegakan hukum akan berhenti di sopir atau berani menembus hingga ke akar. (RADAK)

Hargai Karya Radak Jangan Salin Tanpa Izin

error: Content is protected !!