GRUB RADAK BABEL

Team Radak Babel

Liku Lagi, Liku Lagi: Skandal Jalan Terus, Hukum Jalan di Tempat!

gambar ini merupakan gambar ilustrasi (IA)

BANGKA BARAT, RADAKBABEL.COM ~~ Nama “Liku” kembali mencuat, bukan sebagai sosok biasa, melainkan figur yang seolah berdiri di atas bayang-bayang hukum. Berkali-kali disebut dalam berbagai pusaran kasus timah, namun hingga kini tak satu pun jerat hukum benar-benar menyentuhnya.

Peristiwa terbaru di Desa Ranggi, Kecamatan Jebus, menjadi bukti nyata bagaimana misteri itu terus berulang. Sebuah truk putih bermuatan sekitar 3 ton pasir timah melaju dari arah Belinyu menuju Parittiga, sebelum akhirnya kehilangan kendali dan menghantam rumah warga. Dentuman keras merobohkan bangunan, meninggalkan kerugian puluhan juta rupiah.

Namun yang lebih menggetarkan bukanlah kecelakaannya.

Melainkan apa yang terjadi setelahnya.

Alih-alih melapor atau menunggu aparat, sopir justru bergerak cepat mengamankan muatan. Warga sekitar diminta membantu memindahkan pasir timah dari truk ringsek, dengan iming-iming upah besar. Dalam hitungan waktu, barang yang seharusnya menjadi barang bukti justru “menghilang” di depan mata.

Baca Juga  Cukong Berkeliaran, Laut dan Daratan Rusak: Ketika Penegakan Hukum Gagal Menyudahi Mafia Timah di Bangka Belitung

Langkah ini memicu dugaan kuat adanya upaya sistematis mengaburkan jejak.

Dan di balik semua itu, satu nama kembali disebut:

Liku.

Sosok ini bukan pemain baru. Dalam sejumlah kasus sebelumnya, namanya kerap beredar—mulai dari dugaan keterlibatan dalam distribusi timah ilegal, penggerebekan gudang timah, hingga penetapan tersangka terhadap anak buahnya yang bahkan sempat masuk daftar pencarian orang (DPO). Namun, di setiap babak, satu pola terus berulang: lingkaran di sekitarnya tersentuh hukum, tetapi dirinya tetap utuh, tak tergoyahkan.

Bahkan dalam kasus kecelakaan truk ini, yang menyeret dugaan muatan miliknya, tidak terlihat langkah tegas yang mengarah langsung kepadanya. Truk rusak, rumah warga hancur, barang bukti berpindah tangan—namun sosok yang disebut-sebut sebagai pemilik muatan justru tetap “tenang”.

Baca Juga  Di Balik Sorotan Gudang Kelabat, Acong Sebut Semua Aktivitas Sesuai Aturan

Kondisi ini memantik pertanyaan besar:

Apakah hukum benar-benar berjalan, atau justru berhenti di titik tertentu?

Sorotan tajam kini mengarah pada aparat penegak hukum. Minimnya transparansi, lambannya penanganan, hingga belum tersentuhnya aktor utama memunculkan kesan bahwa ada “tembok tak kasat mata” yang melindungi.

Jika benar demikian, maka kasus ini bukan lagi sekadar kecelakaan lalu lintas.

Ini adalah potret buram penegakan hukum.

Dari Desa Ranggi, sebuah pesan keras menggema: ketika barang bukti bisa dipindahkan sebelum aparat datang, ketika nama yang sama terus muncul tanpa konsekuensi, dan ketika lingkaran kecil dikorbankan sementara pusatnya tetap aman—maka keadilan sedang dipertanyakan.

Publik kini menunggu, bukan sekadar klarifikasi, tetapi keberanian.

Karena jika hukum terus tumpul ke atas dan tajam ke bawah, maka “Liku” bukan hanya nama melainkan simbol dari sesuatu yang lebih besar: kekuasaan yang tak tersentuh.

Baca Juga  Brangkingnews ! KOREM 045 Datang, Kampung Cit Mendadak Sunyi dan Tegang

Saat dikonfirmasi oleh RADAK BABEL, Liku memilih bungkam. Tak ada klarifikasi, tak ada bantahan. Sikap diam ini justru mempertegas kecurigaan publik yang sudah terlanjur menggunung. (RADAK)

Hargai Karya Radak Jangan Salin Tanpa Izin

error: Content is protected !!