GROUP RADAK BABEL

Team Radak Babel Team Radak Babel Team Radak Babel

Kursi Strategis Berganti, Kompol Singgih Dipercaya Perkuat Polres Bangka Barat

BANGKA BELITUNG, RADAKBABEL.COM  — Mutasi dan rotasi jabatan di tubuh Kepolisian kembali bergulir. Sejumlah posisi strategis mengalami pergantian sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja jajaran kepolisian di lapangan.

Salah satu perubahan mencolok terjadi di jajaran Polres Bangka Barat. Kompol Dr. Singgih Aditya Utama, S.I.K., M.H. dipercaya mengemban jabatan sebagai Wakapolres Bangka Barat.

Pergantian tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur komando dan koordinasi di tubuh Polres Bangka Barat. Jabatan Wakapolres bukan sekadar posisi administratif, tetapi memiliki peran strategis dalam memastikan roda organisasi, pengawasan personel, hingga pelaksanaan tugas kepolisian berjalan secara tegas dan terukur.

Di sisi lain, AKP Ogan Arif Teguh Imani, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Jebus, mendapat amanah baru sebagai Kasat Reskrim Polresta Pangkalpinang.

Baca Juga  Lebih dari Sekadar Usaha, Tambak Udang Jadi Sumber Nafkah dan Masa Depan Warga Parittiga

Perpindahan ini tentu bukan sekadar pergantian kursi. Posisi Kasat Reskrim merupakan salah satu jabatan krusial yang dituntut mampu menghadapi berbagai bentuk tindak pidana dengan langkah penegakan hukum yang profesional, cepat dan tidak tebang pilih.

Sementara itu, kursi Kapolsek Jebus selanjutnya akan diisi oleh AKP Candra Wijaya, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Polair Polres Belitung Timur.

Dengan masuknya pejabat baru, Polsek Jebus diharapkan mampu memperkuat pelayanan serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Jebus yang memiliki dinamika persoalan cukup kompleks.

Mutasi jabatan di lingkungan kepolisian pada dasarnya merupakan hal yang wajar dalam rangka pembinaan karier, penyegaran organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga  Aktivitas Tambang Di Nelayan II Kembali Beroperasi, AMSAL: Kami Tidak Bisa Istirahat Tolong Stop

Namun, publik tentu menaruh harapan besar terhadap setiap pejabat yang mendapatkan amanah baru.

Jabatan bukan sekadar pergantian nama di papan struktur. Jabatan adalah tanggung jawab, ukuran keberanian dalam mengambil tindakan, serta komitmen untuk memastikan hukum benar-benar berdiri tegak.

Terutama pada posisi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan penegakan hukum, publik membutuhkan aparat yang tidak hanya hadir secara administratif, tetapi juga berani bekerja, tegas bertindak dan mampu mempertanggungjawabkan setiap langkahnya.

Kini, tantangannya jelas: jangan sampai mutasi hanya menjadi rotasi kursi. Masyarakat menunggu perubahan nyata, penegakan hukum yang konsisten, serta pelayanan kepolisian yang semakin profesional dan berintegritas. (RADAK)

Hargai Karya Radak Jangan Salin Tanpa Izin

error: Content is protected !!