Hot News
Trending Hashtag
Beranda » Bangka Belitung » Kolom Komentar Jadi Ruang Aduan Buruh ViZ

Kolom Komentar Jadi Ruang Aduan Buruh ViZ

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PANGKALPINANG, RADAKBABEL.COM — Keluhan itu datang beruntun. Bukan satu. Bukan dua. Puluhan. Isinya seragam, upah dipotong, lembur tak dibayar, insentif menggantung, dan pekerja yang berani bicara berakhir di luar pagar perusahaan. Nama yang berulang dalam kesaksian warganet itu adalah ViZ, merek air minum kemasan yang cukup dikenal di Bangka.

Selama bertahun-tahun, cerita serupa beredar dari mulut ke mulut. Kini, ia pecah ke ruang publik tanpa sensor.

“Gaji di data JMO Rp4,38 juta. Diterima cuma Rp2 juta.”

Jika klaim ini benar, maka persoalannya bukan lagi sekadar keterlambatan bayar. Ini soal selisih sistematis. Soal angka yang berubah begitu sampai di tangan buruh.
Kesaksian paling lama datang dari tahun 2011. Lalu 2015. Lalu 2025. Polanya tak berubah.

Upah harian Rp 25 ribu di bagian produksi.

Gaji bulanan mentok di kisaran Rp 2 juta.

Masuk tanggal merah, pulang setengah hari, tanpa upah lembur. Kegiatan tambahan pasang tenda, event luar dianggap sukarela. Padahal UMR Pangkalpinang 2026 ditetapkan Rp4.035.000. Angka resmi negara. Angka yang, menurut para pekerja, tak pernah benar-benar hadir.

Insentif Mengendap, Lembur Dilenyapkan

Sejumlah pekerja menyebut insentif berbulan-bulan tak dibayarkan. Dari Oktober hingga Januari. Tanpa kejelasan. Tanpa penjelasan.
Lembur, menurut pengakuan mantan pekerja, lebih sering dianggap loyalitas ketimbang kewajiban perusahaan.

“Lembur dak dikasih upah.”

Dalam hukum ketenagakerjaan, lembur adalah hak. Dalam praktik di lapangan, ia menjadi utang yang tak pernah diakui.

Berani Melapor, Lalu Disingkirkan

Ketakutan pekerja bukan tanpa sebab. Beberapa kesaksian menyebut pola yang sama, jika berani lapor, diperiksa, lalu dipecat.
“Habis itu karyawan yang ngelapor dipecat.”

Narasi ini muncul berulang. Bahkan dibarengi tudingan paling sensitif, yakni amplop.
“Disnaker datang. Amplop coklat. Kasus tertutup.” Ini tuduhan serius. Belum terverifikasi. Namun kemunculannya yang berulang menunjukkan krisis kepercayaan publik terhadap pengawasan ketenagakerjaan.

Disnaker: Hadir di Kertas, Absen di PabrikSebagian warganet justru menyindir kehadiran Disnaker yang baru muncul setelah kegaduhan publik.

“Tumben Disnaker pro ke pekerja.”

Ada dorongan agar inspeksi dilakukan mendadak, tanpa pemberitahuan, tanpa manajemen. Langsung ke pekerja. Acak. Tanpa seragam birokrasi.
Sebab selama ini, pengawasan dianggap terlalu rapi untuk masalah yang kotor.

ViZ bukan satu-satunya nama yang muncul. Cerita serupa datang dari SPBU, perusahaan kontraktor, hingga industri berbahan kimia berisiko tinggi. Upah di bawah UMR. Tanpa BPJS. APD minim. Sistem pemborong yang menggerus hak.

Artinya jelas: ini bukan anomali. Ini pola.

Di rak minimarket, botol ViZ tampak bersih. Transparan. Tak menyisakan bekas.

Namun di baliknya, ada cerita tentang upah yang menguap, hak yang disembunyikan, dan negara yang datang setelah gaduh.

Manajemen ViZ dan Dinas Tenaga Kerja memiliki hak jawab atas seluruh tudingan ini. Publik berhak mendengar penjelasan. Tapi satu hal sulit dibantah, kesaksian datang terlalu banyak untuk diabaikan. Jika negara terus menunggu laporan formal dari pekerja yang takut dipecat, maka yang tersisa hanyalah ironi: airnya jernih, keadilannya keruh.

Media ini mencoba menkonfirmasi dengan owner perusahaan air kemasan merek ViZ Heri Santoso alias Acung dan Direktur PT Citra Golden Tunggal yang memproduksi air kemasan merek ViZ  Zamzami, pada Kamis (5/2/2026) siang.

Namun hingga berita ini dinaikan, baik Acung maupun Zamzami tidak merespon alias bungkam. (B5)

  • Penulis: Radak

Rekomendasi

  • Keluarga Bs Bongkar Kronologi, Bantah Mangkir dan Sindir Lambannya Kinerja Penyidik

    Keluarga Bs Bongkar Kronologi, Bantah Mangkir dan Sindir Lambannya Kinerja Penyidik

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • 0Komentar

    RADAKBABEL.COM, SUNGAILIAT – Penanganan laporan dugaan penganiayaan yang dilaporkan Bs terhadap Ag kembali menjadi sorotan. Setelah keluarga pelapor mengeluhkan lambannya proses hukum, Satreskrim Polres Bangka membantah tudingan tersebut dan menegaskan penyidikan telah berjalan sesuai prosedur. Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Mauldi Waspadani, mengatakan laporan yang dibuat di SPKT Polres Bangka pada 6 Juni 2026 langsung […]

  • Puluhan Unit TI Rajuk Bebas Beroperasi Di Alur Sungai, Nelayan Pesisir Sungailiat Menjerit

    Puluhan Unit TI Rajuk Bebas Beroperasi Di Alur Sungai, Nelayan Pesisir Sungailiat Menjerit

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • 0Komentar

    BANGKA,RADAKBABEL.COM – Puluhan unit ti rajuk yang diduga ilegal bebas beroperasi di sekitaran alur sungai yang berada di perairan lingkungan nelayan 1 dan nelayan 2 Sungailiat. Atas penambangan ilegal tersebut, warga sekitar yang tinggal di pesisir nelayan 1 dan 2 Sungailiat menjerit. Pasalnya, dampak dari penambangan tersebut mengancam kehidupan warga sekitar, terutama banjir. Berdasarkan keterangan […]

  • 3 Kali Jabat Kajari, Harta Kekayaan Jaksa Rindang Onasis Naik Drastis Capai Hampir Rp 8 Miliar

    3 Kali Jabat Kajari, Harta Kekayaan Jaksa Rindang Onasis Naik Drastis Capai Hampir Rp 8 Miliar

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • 0Komentar

    RADAKBABEL.COM, PANGKALPINANG – Sosok Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pangkalpinang Rindang Onasis terus menjadi kontroversial. Sorotan ini terjadi tak terlepas dari keputusan nekad dan gegabah Rindang yang baru 3 bulan menjabat Kajari tipe-A menghentikan penanganan dugaan kasus korupsi SPPD 2025 di sekretariat DPRD Pangkalpinang. Padahal anggaran yang disorot itu lumayan jumbo senilai Rp 20 miliar dengan […]

  • BREAKING NEWS: AGAT, Cukong Timah Parittiga yang Sempat Menghilang, Dikabarkan Diamankan Dipolda

    BREAKING NEWS: AGAT, Cukong Timah Parittiga yang Sempat Menghilang, Dikabarkan Diamankan Dipolda

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • 0Komentar

    BANGKA BARAT, RADAKBABEL.com – Kabar mengejutkan datang dari Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat. Agat, salah satu kolektor timah dikabarkan ditangkap Tim Tipidter Mabes Polri, Senin (2/3/2026). Bahkan, dari sumber yang didapatkan Tim Radak Babel, Agat sudah dibawa oleh Tim Mabes Polri ke Mapolda Babel. Sehari sebelumnya, Senin (1/3/2026) Tim menggerebek Meja Goyang di kawasan Tempilang […]

  • Peleburan Diam-diam di Jelitik: Saat Pasir Timah Mengalir, RKAB Belum Terbit

    Peleburan Diam-diam di Jelitik: Saat Pasir Timah Mengalir, RKAB Belum Terbit

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    BANGKA, RADAKBABEL.COM — Aktivitas di kawasan industri Jelitik, Kabupaten Bangka, mulai kembali bergeliat. Truk-truk bermuatan pasir timah silih berganti masuk ke sejumlah pabrik peleburan. Asap tipis dari cerobong tanur mulai tampak di beberapa titik. Namun di balik denyut ekonomi yang kembali hidup itu, tersimpan pertanyaan mendasar, atas dasar izin apa peleburan timah dilakukan, sementara RKAB […]

  • Terungkap di Sidang! Ahyen Diduga Perintahkan Kapal Hantu, Aliung Jadi Korlap

    Terungkap di Sidang! Ahyen Diduga Perintahkan Kapal Hantu, Aliung Jadi Korlap

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • 0Komentar

    BANGKA BARAT, RADAKBABEL.COM – Persidangan lanjutan perkara dugaan kepemilikan dan penyelundupan bijih timah ilegal dengan terdakwa Aliung di Ruang Garuda, Pengadilan Negeri Mentok, kembali membuka tabir dugaan jaringan penyelundupan yang diduga bekerja secara terstruktur dan rapi. Sidang yang digelar pada Selasa (7/7/2026) itu menghadirkan sejumlah saksi yang mengungkap peran masing-masing pihak dalam rantai distribusi timah […]

error: Content is protected !!
expand_less