Hot News
Trending Hashtag
Beranda » Bangka Belitung » Kita Berteman Saja Pak: Pengakuan Cacan, Operasional Pian, di Tengah Pusaran Solar Ilegal Belitung

Kita Berteman Saja Pak: Pengakuan Cacan, Operasional Pian, di Tengah Pusaran Solar Ilegal Belitung

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BELITUNG, RADAKBABEL.COM — Di balik derasnya aliran solar ilegal yang selama bertahun-tahun membanjiri Pulau Belitung, satu per satu potongan puzzle mulai tersingkap. Bukan melalui penggerebekan aparat, melainkan dari percakapan, pengakuan, dan upaya “penyelesaian” yang berlangsung di balik layar.

Nama Candra, atau akrab disapa Cacan, muncul ke permukaan. Ia mengaku sebagai bagian operasional dari perusahaan milik Pian, sosok yang oleh sejumlah sumber lapangan disebut-sebut sebagai bos besar distribusi BBM solar di Belitung.

Dalam komunikasi yang dihimpun Tim Investigasi Radak Babel, Cacan secara terbuka menyatakan bahwa dirinya ditugaskan langsung oleh Pian untuk “maju” menghadapi pemberitaan terkait dugaan pengedaran BBM solar ilegal, mulai dari solar hasil “kencingan” kapal tanker hingga penyelewengan solar subsidi dari SPBU dan SPBN.

“Saya Cacan, orangnya Bang Pian. Bagian ops. Tadi sudah koordinasi sama Bang Kaka. Katanya disuruh ke bapak. Bang Pian sekarang di Papua, jadi saya disuruh maju,” ujar Cacan membuka pembicaraan.

Kalimat itu menjadi pintu masuk ke pengakuan yang lebih jauh dan lebih sensitif.

Alih-alih membantah secara substansi temuan investigasi, Cacan justru mengarahkan pembicaraan pada satu tujuan yakni bagaimana agar berita tidak dipublikasikan.

“Kita berharapnya berteman, pak. Berteman saling membantu. Nanti apa yang bisa kita bantu. Gimana pak solusinya biar berita tidak naik. Karena nama baik Bang Pian,” katanya.

Dalam pernyataannya, Cacan secara eksplisit menyebut ambisi politik Pian sebagai alasan utama kekhawatiran.

“Apalagi beliau mau jadi bupati, pak. Takutnya jadi sorotan. Takutnya berita nanti digoreng sama lawan politiknya.”

Di titik ini, pemberitaan tak lagi sekadar soal solar ilegal. Ia bersinggungan dengan kuasa, kepentingan politik, dan upaya mengelola opini publik.

Yang lebih serius, pembicaraan kemudian mengarah pada kompensasi biaya, bahkan nominal yang disebut-sebut bisa dibicarakan.

“Ya bapak hitung aja pesawat, hotel, sama biaya transport. Kalo kemarin bapak bilang pas di Belitung kita bisa sediakan mobil,” ucap Cacan.

Ia bahkan sempat menyinggung soal nomor rekening, meski diselipi tawa.

“Izin pak, boleh minta nomor rekening bapak? Hahaha… tenang pak, nanti saya sampaikan.”

Cacan menegaskan dirinya bukan orang sembarangan.

“Masak gak percaya sama saya. Saya bagian ops dan birokrasi, pak.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa upaya “penyelesaian” bukan inisiatif pribadi, melainkan tugas struktural yang ia jalankan atas perintah atasan.

Bang Pian Jarang Ngurus Minyak

Dalam upaya meredam tudingan, Cacan mencoba memberi narasi pembelaan. Ia mengklaim bahwa Pian belakangan lebih fokus ke bisnis timah, bukan lagi minyak.

“Semenjak Bang Pian main timah, jarang beliau ngurus minyak.”

Namun dalam kalimat berikutnya, Cacan justru mengonfirmasi kepemilikan kapal dan kontrak pengisian BBM ke pulau-pulau.

“Kalau kapal beliau, karena emang ada kontrak pengisian ke pulau-pulau buat pembangkit listrik.”

Pernyataan ini menjadi ironi. Di satu sisi disebut jarang mengurus minyak, di sisi lain tetap mengakui adanya armada dan aktivitas distribusi BBM, tepat di wilayah yang oleh tim investigasi disebut sebagai jalur rawan solar ilegal.

Pengakuan Cacan ini bersinggungan langsung dengan hasil penelusuran Tim Investigasi Radakbabel selama tiga hari di Belitung. Investigasi menemukan bahwa peredaran solar ilegal bukan praktik sporadis, melainkan sistematis dan berlapis.

Di laut, sejumlah tanker diduga melakukan “kencingan”, memindahkan solar ke kapal kecil atau drum penadah. Dari sana, BBM masuk ke darat melalui pelabuhan kecil, muara, hingga dermaga tak resmi.

Di darat, jalur diperkuat dengan penyelewengan solar subsidi dari SPBU dan SPBN: kendaraan bertangki modifikasi, barcode ganda, hingga identitas palsu. Solar dikumpulkan di gudang transit sebelum dijual kembali dengan harga industri sering kali ke penambang timah ilegal.

Dalam rangkaian itulah nama Pian disebut oleh sejumlah sumber lapangan. Ia digambarkan sebagai pengendali distribusi solar jalur laut di kawasan Air Merbau, Kecamatan Tanjungpandan.

Dermaga Polairud dan Pertanyaan Hukum

Salah satu temuan paling sensitif adalah informasi mengenai kapal yang dikaitkan dengan Pian yang disebut-sebut kerap bersandar di Dermaga Polairud Belitung—area yang berada di bawah pengawasan kepolisian perairan.

Jika benar aktivitas ini berlangsung rutin, maka pertanyaannya bukan lagi soal individu, melainkan fungsi pengawasan hukum.

Seorang sumber lapangan menyebut jaringan ini sebagai struktur nyaris sempurna: ada pengumpul di laut, penadah SPBU dan SPBN, pengelola gudang, transporter, hingga klien tetap. Setiap mata rantai saling mengunci.

Alarm untuk Penegakan Hukum

Laporan ini bukan vonis. Namun pengakuan Cacan—yang mengaku ditugaskan langsung oleh Pian untuk mengurus pemberitaan—menjadi indikasi kuat bahwa persoalan solar ilegal di Belitung jauh lebih dalam dari sekadar isu liar.

Jika semua tudingan keliru, mengapa yang muncul justru upaya “berteman”, hitung biaya, dan mencari solusi agar berita tidak terbit?

Di tengah jeritan nelayan, kelangkaan solar subsidi, dan aktivitas tambang ilegal yang terus berdenyut, praktik ini bukan sekadar pelanggaran administratif. Ia adalah kejahatan ekonomi yang merampas hak publik.

Publik Belitung kini menunggu, apakah hukum akan berani menelusuri jejak Pian dan jaringan di sekitarnya atau solar ilegal akan terus mengalir, sementara penegakan hukum tetap diam. (Tim Investigasi Radak Babel)

  • Penulis: Radak

Rekomendasi

  • Terbongkar! Gudang Timah Ilegal Dekat Mako Brimob Simpan Berton-ton Timah, Siapa Aktor Besarnya?

    Terbongkar! Gudang Timah Ilegal Dekat Mako Brimob Simpan Berton-ton Timah, Siapa Aktor Besarnya?

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • 0Komentar

    RADAKBABEL.COM, PANGKALPINANG – Penggerebekan sebuah lokasi peleburan timah yang hanya berjarak sekitar 600 meter dari Markas Kompi Brimob di wilayah Sungailiat, Kabupaten Bangka, memunculkan pertanyaan besar masyarakat. Bagaimana aktivitas pengolahan dan pengiriman timah dalam jumlah besar itu bisa berlangsung tanpa terdeteksi? Operasi yang dipimpin langsung oleh Kasi Intel Korem 045 Garuda Jaya pada Jumat (19/6/2026) […]

  • Prabowo” Cilik Bikin Pangkalpinang Heboh, Karnaval Kemerdekaan Disambut Antusias Warga

    Prabowo” Cilik Bikin Pangkalpinang Heboh, Karnaval Kemerdekaan Disambut Antusias Warga

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar

    Editor: Bangdoi Radak RADAKBABEL.COM,PANGKALPINANG — Ribuan pasang mata tertuju ke satu arah. Di bawah teriknya matahari, warga Pangkalpinang tetap bertahan di sepanjang Jalan Toni Wen demi menyaksikan kemeriahan karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (27/8/2026). Sejak pagi, tepian jalan telah dipenuhi warga. Emak-emak duduk berjejer, anak-anak berdiri di depan sambil sesekali melongok ke arah […]

  • 60 Ponton Beroperasi, Hasil ‘Menghilang’: Dugaan Monopoli Timah di Air Kantung Menguak!

    60 Ponton Beroperasi, Hasil ‘Menghilang’: Dugaan Monopoli Timah di Air Kantung Menguak!

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    SUNGAILIAT, RADAKBABEL.COM — Aroma tak sedap dari aktivitas tambang laut di perairan depan muara Air Kantung kian menyengat. Puluhan unit TI rajuk jenis tower yang beroperasi di wilayah IUP PT Timah kini disorot tajam. Dugaan praktik monopoli hingga permainan kotor dalam alur distribusi pasir timah mencuat ke permukaan. Di atas kertas, aktivitas tambang terlihat normal. […]

  • Digerebek Tim Gabungan, Buruh di Toboali Diamankan dengan Sabu 4,8 Gram

    Digerebek Tim Gabungan, Buruh di Toboali Diamankan dengan Sabu 4,8 Gram

    • calendar_month 14 jam yang lalu
    • 0Komentar

    RADAKBABEL.COM, BANGKA SELATAN – Seorang buruh harian lepas berinisial YP (26) diamankan tim gabungan Satresnarkoba Polres Bangka Selatan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Basel, dan Satpol PP Basel dalam penggerebekan di Jalan Damai, Kelurahan Tanjung Ketapang, Toboali. Pengungkapan dugaan peredaran narkotika tersebut dilakukan pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 00.15 WIB. Dari lokasi, petugas menyita sabu […]

  • Bungkam dan Memalukan, Kapolres Bangka Barat Enggan Klarifikasi Dugaan Liku

    Bungkam dan Memalukan, Kapolres Bangka Barat Enggan Klarifikasi Dugaan Liku

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    BANGKA BARAT, RADAKBABEL.COM — Sikap keras kepala dan tertutup ditunjukkan jajaran Kepolisian Resort Bangka Barat saat dikonfirmasi terkait aktivitas “liku” atau kolektor timah di wilayah Parittiga. Alih-alih memberikan klarifikasi, pihak kepolisian justru memilih jalan memalukan dengan memblokir nomor awak media. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan untuk menggali keterangan resmi terkait dugaan aktivitas ilegal tersebut berujung […]

  • Satgas Halilintar Tangkap 7 Ton Timah, AHN: Konfirmasi Aja Sama Yang Tangkap

    Satgas Halilintar Tangkap 7 Ton Timah, AHN: Konfirmasi Aja Sama Yang Tangkap

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • 0Komentar

    RADAKBABEL.COM, BANGKA BARAT — Penangkapan pasir timah sebanyak 7 ton oleh Satuan tugas (Satgas) Halilintar, milik kolektor timah asal Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat mendapat bantahan. Meski AF (38) warga Mentok kepada Group Radakbabel.com mengatakan AHN, Rabu (10/12/2025) berhasil diamankan oleh Satuan tugas (Satgas) Halilintar berikut barang bukti 7 ton timah pasir kering. “Kemarin AHN, telah […]

error: Content is protected !!
expand_less