GRUB RADAK BABEL

Team Radak Babel
Berita  

Jalan Tani Desa Nangka Kembali Hancur, Warga Tuding PT BPP Ingkar Janji

Gambar Ilustrasi : AI

BANGKA SELATAN, RADAK BABEL.COM –  Harapan masyarakat Desa Nangka, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan untuk menikmati akses jalan yang layak kembali kandas.

Alih-alih membawa kesejahteraan, kehadiran perusahaan pengolahan sawit PT Bukit Palma Prima (BPP) dituding warga justru menjadi biang kerok hancurnya akses jalan tani yang menjadi urat nadi ekonomi mereka.

Hujan deras yang mengguyur pada Minggu (3/4/2026) mengungkap fakta pahit: jalan yang dijanjikan akan diperbaiki kini berubah menjadi kubangan lumpur raksasa.

Akibat kondisi jalan yang menyerupai medan off-road ekstrem tersebut, puluhan mobil pengangkut hasil panen milik petani terjebak tak berdaya. Dampaknya sangat sistemik sawit yang sudah dipanen tak bisa dijual dan dibiarkan membusuk menjadi berondolan.

Baca Juga  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

“Jalan sudah hancur lagi. Tanggung jawab perusahaan ke mana? Sudah berbulan-bulan hanya janji saja,” cetus salah seorang warga dengan nada kesal sembari berupaya mengevakuasi mobilnya yang tertanam di lumpur.

Warga merasa dipermainkan oleh pihak manajemen PT BPP. Menurut kesaksian masyarakat, itikad baik perusahaan untuk memperbaiki jalan hanyalah “isapan jempol”. Ironisnya, di tengah kerusakan akses warga, mobil-mobil proyek perusahaan justru terlihat aktif berlalu-lalang membawa tanah puru.

Namun, tanah tersebut bukan ditujukan untuk menambal akses tani yang rusak, melainkan dialokasikan demi kepentingan internal proyek perusahaan sendiri.

Akibatnya, Petani mengalami kerugian ganda, biaya evakuasi kendaraan yang terjebak dan turunnya harga jual akibat sawit yang membusuk (berondol).

Baca Juga  Ke Mana Arah Kasus Ahyen? Diam di Balik Jeruji, Tapi Jaringan Masih Menggantung

Kehadiran PT BPP di Desa Nangka kini dipandang sinis. Bukannya mendongkrak ekonomi lokal, keberadaan raksasa sawit ini dinilai justru membebani masyarakat kecil.

“Kami mau lewat tidak bisa, jalan hancur, sawit tidak bisa dijual. Kami benar-benar rugi,” pungkas warga tersebut.

Sementara, Humas PT BPP, Bravo saat dikonfirmasi media ini terkait keluhan warga serta pertanggungjawaban perusahaan terhadap jalan tani tersebut belum memberikan tanggapan.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Nangka mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan menindak tegas ketidakpedulian PT Bukit Palma Prima sebelum kemarahan warga semakin memuncak. ( RADAK BABEL)

Hargai Karya Radak Jangan Salin Tanpa Izin

error: Content is protected !!