IUP RRP Disorot, Alat Berat Disebut Muncul Saat Sidak
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANGKA SELATAN, RADAKBABEL.COM — Keberadaan wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Rajawali Rimba Perkasa (RRP) di Nyelanding, Bangka Selatan, kembali menjadi sorotan. Bukan tanpa alasan, keberadaan aktivitas pertambangan di dalam wilayah IUP yang disebut mencapai sekitar 543 hektare justru dipertanyakan warga.
Pertanyaan mendasarnya sederhana: dari mana sebenarnya material bijih timah yang masuk dalam rantai produksi PT RRP berasal?
Jika perusahaan memiliki wilayah IUP di Nyelanding, publik tentu berhak mengetahui apakah kegiatan produksi dan material yang tercatat benar-benar bersumber dari wilayah izin tersebut. Sebab, asal-usul bijih timah bukan perkara sepele. Ada rangkaian kegiatan, titik produksi, volume, pengangkutan, pencatatan, hingga dokumen yang semestinya dapat ditelusuri.
Namun, keterangan warga setempat justru memunculkan tanda tanya yang lebih serius.
Seorang warga Nyelanding berinisial IP mengatakan, sepanjang yang diketahuinya, aktivitas pertambangan di lokasi IUP PT RRP tersebut tidak pernah terlihat berjalan secara normal.
“Setahu saya, di lokasi IUP itu tidak pernah ada aktivitas. Tapi kalau ada sidak mendadak dari ESDM, tiba-tiba alat berat didatangkan ke lokasi, seakan-akan ada kegiatan penambangan,” ujar IP.
Keterangan tersebut tentu perlu diuji dan dikonfirmasi lebih lanjut. Namun jika benar, informasi itu menjadi pertanyaan serius yang patut dijawab secara terbuka.
Sebab, muncul pertanyaan lanjutan: mengapa aktivitas dan alat berat justru disebut terlihat ketika ada pemeriksaan atau inspeksi mendadak?
Apakah kegiatan tersebut merupakan aktivitas pertambangan yang memang berjalan? Ataukah terdapat alasan lain yang dapat menjelaskan keberadaan alat berat pada saat tertentu?
Pertanyaan ini tidak boleh berhenti sebagai cerita warga. Pemeriksaan lapangan dan dokumen menjadi penting. (RADAK)
- Penulis: Radak














