Hot News
Trending Hashtag
Beranda » Bangka Belitung » Halal Business Connect Buka Jalan Pelaku Usaha Babel Perluas Bisnis dan Jaringan

Halal Business Connect Buka Jalan Pelaku Usaha Babel Perluas Bisnis dan Jaringan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penulis: Yuda Radak
PANGKALPINANG, RADAKBABEL.COM — Bagi pelaku usaha, mengembangkan bisnis bukan hanya soal menghasilkan produk dan memasarkannya. Lebih dari itu, dibutuhkan jaringan, wawasan, keberanian melihat peluang, serta kesiapan untuk memenuhi standar yang dipercaya konsumen.

Semangat itulah yang terasa dalam kegiatan Halal Business Connect bertema “Connecting the Halal Ecosystem” yang digelar di Ruang Pasir Padi, Lantai 3 Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku usaha untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, memperluas jaringan, sekaligus menemukan peluang baru dalam ekosistem bisnis halal.

Salah satu peserta, Fitri (40), melihat kegiatan tersebut sebagai kesempatan berharga untuk tidak hanya memperkuat usaha yang telah dijalankannya, tetapi juga membuka pintu bagi lahirnya peluang bisnis baru.

“Ketertarikan saya mengikuti kegiatan ini selain untuk mengembangkan usaha yang saya jalankan di pabrik milik sendiri, juga untuk membuka peluang usaha baru bagi saya. Jadi, saya mengucapkan terima kasih kepada LPPOM yang sudah memfasilitasi acara ini,” ujar Fitri.

Bagi Fitri, dunia usaha terus bergerak. Karena itu, pelaku usaha perlu membuka diri terhadap informasi dan peluang baru. Salah satunya melalui jejaring antarpelaku usaha yang memungkinkan terjadinya kolaborasi dan pengembangan produk.

Dalam konteks tersebut, sertifikasi halal juga menjadi bagian penting dari perjalanan sebuah usaha.

Fitri menilai sertifikasi halal bukan sekadar pemenuhan ketentuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada konsumen sekaligus mendukung kebutuhan administrasi usaha.

“Kalau untuk sertifikasi halal itu sendiri, saya menempatkannya sebagai salah satu yang utama. Ketika kita belum mengurus BPOM, sertifikasi halal setidaknya dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan administrasi usaha,” katanya.

Pengalaman Fitri dalam proses pengurusan sertifikasi halal juga relatif lancar. Menurutnya, kesiapan pelaku usaha, terutama dari sisi fasilitas produksi, menjadi salah satu faktor penting dalam proses tersebut.

“Alhamdulillah lancar. Tergantung dari diri kita sendiri, apakah fasilitas pabrik itu sendiri sudah memenuhi syarat atau belum,” ungkapnya.
Dari Pertemuan, Lahir Peluang Baru

Salah satu hal menarik dari Halal Business Connect adalah terbukanya kesempatan bagi pelaku usaha untuk melihat produk dari sudut pandang yang berbeda.

Pertemuan dan komunikasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut membuat pelaku usaha dapat menemukan potensi kolaborasi yang sebelumnya mungkin belum terpikirkan.

Fitri mencontohkan potensi produk berbahan dasar kepiting rajungan yang ditemuinya dalam kegiatan tersebut. Produk seperti kemplang kepiting rajungan hingga kemplang telur kepiting dinilainya memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha baru.

“Manfaatnya banyak. Bisa membuka peluang bisnis dan usaha baru, kemudian mengembangkan usaha yang sudah ada ke produk lainnya. Misalnya tadi kita bertemu dengan usaha kepiting rajungan, ada juga kemplang kepiting rajungan dan kemplang telur kepiting. Itu membuka peluang usaha yang paling besar,” jelasnya.

Menurut Fitri, peluang seperti itu menjadi semakin penting bagi UMKM. Sebab, pengembangan usaha tidak selalu harus dimulai dari membangun bisnis yang benar-benar baru. Bisa pula dilakukan dengan mengembangkan produk yang sudah ada menjadi berbagai varian dan turunan produk bernilai tambah.

Dengan demikian, ekosistem halal dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan produsen, pengolah, pemasar, hingga konsumen dalam sebuah rantai usaha yang saling menguatkan.

Tantangan Bahan Baku Meski peluang usaha terbuka lebar, Fitri menyadari pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya ketersediaan bahan baku.

Ia menyoroti kondisi bahan baku sagu yang mengalami kenaikan harga. Keterbatasan pasokan menjadi persoalan tersendiri karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan produksi dan biaya usaha.

“Bahan baku yang pertama. Seperti sagu, apalagi sekarang harganya naik. Untuk turun kemungkinan kecil, karena dari petani sendiri, mulai dari sagu membutuhkan ubi, sementara sekarang sudah banyak yang tidak menanam lagi. Jadi bahan bakunya minim,” tuturnya.

Persoalan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa membangun ekosistem usaha halal membutuhkan dukungan yang lebih luas. Tidak hanya pada aspek sertifikasi, tetapi juga menyangkut ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi, pemasaran, akses jaringan, hingga pengembangan inovasi produk.

Karena itu, Fitri berharap pemerintah dan lembaga terkait dapat terus hadir memberikan ruang dan dukungan bagi para pelaku usaha di Bangka Belitung.

“Pemerintah mungkin bisa lebih memajukan lagi, membuka peluang usaha-usaha baru dan memfasilitasi pengajuan halal,” ujarnya.

Halal Business Connect pada akhirnya bukan sekadar forum pertemuan. Di balik diskusi dan jejaring yang terbangun, terdapat harapan agar semakin banyak pelaku usaha Babel berani naik kelas.

Sertifikasi halal menjadi salah satu pijakan. Jaringan menjadi penguat.

Sementara inovasi dan keberanian membaca peluang menjadi modal untuk membawa produk lokal Bangka Belitung semakin berkembang.

Dari sebuah pertemuan, bisa lahir sebuah kolaborasi. Dari sebuah jaringan, dapat tumbuh peluang usaha. Dan dari usaha-usaha yang terus berkembang, ekonomi daerah pun memiliki kesempatan untuk bergerak semakin kuat. (*)

  • Penulis: Bagas Wiratama

Rekomendasi

  • 3 Tahun untuk Ahyen, Deddi Wijaya: Vonis Sudah Jatuh, Sekarang Bongkar Siapa di Balik Penyelundupan Timah!

    3 Tahun untuk Ahyen, Deddi Wijaya: Vonis Sudah Jatuh, Sekarang Bongkar Siapa di Balik Penyelundupan Timah!

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • 0Komentar

    BANGKA BARAT, RADAKBABEL.COM — Vonis tiga tahun penjara terhadap Haryanto alias Ahyen dalam perkara penyelundupan timah ilegal mendapat sorotan sekaligus apresiasi dari Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bangka Barat, Deddi Wijaya. Deddi menilai keberanian Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mentok yang diketuai Iwan Gunawan, S.H., M.H., menjatuhkan hukuman lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) […]

  • Timah Dijual Keluar, Mantan Kades Siap Bongkar, Boim: Ada Oknum Dewan dan Aparat

    Timah Dijual Keluar, Mantan Kades Siap Bongkar, Boim: Ada Oknum Dewan dan Aparat

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • 0Komentar

    BANGKA, RADAKBABEL.COM — Di atas kertas, aktivitas tambang rakyat di areal perkebunan PT GML terlihat rapi dan legal. Lokasinya masuk dalam IUP PT Timah Tbk, penambang bermitra dengan CV Tri Mustika Resource (TMR), blok dibagi, dan pengawasan disebut berjalan. Namun di lapangan, realitasnya justru berbanding terbalik. Pasir timah bocor keluar secara massif, terang-terangan, dan nyaris […]

  • Jalan Raya Disulap Jadi Ranjau Maut: Proyek Sawit PT BPP Diduga Abaikan Nyawa Pengguna Jalan

    Jalan Raya Disulap Jadi Ranjau Maut: Proyek Sawit PT BPP Diduga Abaikan Nyawa Pengguna Jalan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • 0Komentar

    BANGKA SELATAN, RADAKBABEL.COM — Deru mesin proyek pabrik sawit milik PT Bukit Palma Prima (BPP) di Desa Nangka tak hanya membawa janji investasi, tapi juga menyeret ancaman nyata ke tengah jalan raya. Ceceran tanah dari truk-truk pengangkut material kini berubah menjadi “ranjau” di ruas Toboali–Pangkalpinang—licin saat hujan, berdebu saat panas, dan setiap hari mengintai keselamatan […]

  • Tercatat Udang Ternyata Timah Balok, Modus Lama Penyeludupan Kembali Terjadi Di Mentok

    Tercatat Udang Ternyata Timah Balok, Modus Lama Penyeludupan Kembali Terjadi Di Mentok

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    MENTOK, RADAKBABEL.COM — Kepolisian Resor Bangka Barat berhasil menggagalkan upaya penyelundupan balok timah dan pasir timah di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Aksi tersebut dinilai berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara hingga mencapai Rp 5 miliar akibat aktivitas pertambangan ilegal. Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh Tim Hiu Satpolair Polres Bangka Barat pada Rabu (28/1/2026) […]

  • Baku dan Kimfa, Dua Nama di Pusat Pusaran Timah Ilegal Parittiga

    Baku dan Kimfa, Dua Nama di Pusat Pusaran Timah Ilegal Parittiga

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    PARITTIGA, RADAKBABEL.COM — Di sudut-sudut Kecamatan Parittiga, denyut tambang tak pernah benar-benar berhenti. Ketika sebagian lokasi tambang rakyat meredup, aktivitas pembelian bijih timah justru tersusun rapi. Di balik transaksi yang berlangsung nyaris tanpa jeda itu, satu nama kembali mengemuka: Baku. Bagi para penambang, Baku bukan sosok baru. Ia disebut sebagai “pemain lama” yang piawai membaca […]

  • Aturan Ramadan Seolah Tak Bertaring, Insanity KTV Diduga Tetap Layani Tamu

    Aturan Ramadan Seolah Tak Bertaring, Insanity KTV Diduga Tetap Layani Tamu

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, RADAKBABEL.com –Polemik dugaan pelanggaran aturan Ramadan kembali mencuat di Kota Pangkalpinang. Tempat hiburan malam Insanity KTV & Lounge yang berlokasi di Jalan Depati Hamzah, Kelurahan Semabung Lama, diduga tetap beroperasi bahkan membuka layanan lebih awal di tengah bulan suci Ramadan, Minggu (01/03/2026). Temuan tim investigasi di lapangan menunjukkan aktivitas tempat hiburan tersebut masih berjalan. […]

error: Content is protected !!
expand_less