Hot News
Trending Hashtag
Beranda » Bangka Belitung » Haji Ton dan Oknum Loreng Mulai Terkuak!

Haji Ton dan Oknum Loreng Mulai Terkuak!

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANGKA, RADAKBABEL.COM — Sidang perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tambang ilegal di kawasan Hutan Lindung Sarang Ikang dan Nadi, Lubuk Besar, Bangka Tengah, kembali membuka tabir yang selama ini hanya beredar dari mulut ke mulut. Nama demi nama mulai disebut terang-terangan di ruang sidang, namun publik kini menunggu satu hal besar: kapan Haji Ton benar-benar disentuh hukum?

Empat terdakwa saat ini sudah duduk di kursi pesakitan. Mereka adalah Herman Fu selaku pemilik alat berat, Yulhaidir alias Haji Yul sebagai pelaksana lapangan, Iguswan Saputra pemilik tambang di wilayah Nadi, serta Mardiansyah, mantan pejabat KPH Sungai Sembulan Dishut Babel.

Namun di tengah jalannya persidangan di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Selasa (12/5/2026), perhatian publik justru tertuju pada satu nama yang terus bergema di ruang sidang: Haji Ton.

Nama itu mencuat bukan dari isu warung kopi, melainkan dari kesaksian resmi di bawah sumpah. Dodi Sutomo, Pelaksana Tugas Kasi Perlindungan KPH Sungai Sembulan Dinas Kehutanan Babel, secara terbuka menyebut Haji Ton sebagai salah satu pemain tambang ilegal berskala besar di kawasan hutan lindung Nadi dan Sarang Ikang.

“Saat patroli tanggal 25 Maret 2025 kami mendapati ada empat aktivitas tambang ilegal. Lokasi pertama punya Kuluy alias Aloy, kedua Haji Ton, ketiga Haji Yul dan Keraeng Sianjaya. Semua tambang skala besar dan beroperasi menggunakan alat berat,” ungkap Dodi di hadapan majelis hakim.

Kesaksian itu sontak memantik pertanyaan besar di tengah masyarakat: jika nama Haji Ton sudah disebut di persidangan, lalu mengapa hingga kini belum juga berdiri di kursi terdakwa?

Publik pun mulai menduga ada kekuatan besar yang selama ini menjadi tameng di belakang bisnis tambang ilegal tersebut. Bisik-bisik soal adanya “oknum loreng” yang diduga membekingi aktivitas tambang ilegal kembali mencuat ke permukaan. Dugaan itu semakin liar karena hingga kini sejumlah nama yang disebut di persidangan belum juga tersentuh proses hukum.

Pertanyaan keras pun muncul: jika suatu saat Haji Ton benar-benar ditangkap, apakah aparat penegak hukum juga berani membongkar siapa saja yang selama ini diduga berada di belakangnya?

Apakah penangkapan nanti hanya berhenti pada pemain lapangan dan pemilik tambang? Atau justru akan menyeret pihak-pihak kuat yang selama ini disebut menikmati aliran uang dari aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan lindung?

Publik Bangka Belitung kini menunggu keberanian aparat penegak hukum untuk membuka semuanya secara terang benderang. Sebab masyarakat menilai, mustahil aktivitas tambang ilegal berskala besar dengan alat berat bisa berjalan lama di kawasan hutan lindung tanpa adanya jaringan kuat yang bermain di belakang layar.

Helikopter Satgas PKH pernah diterjunkan. Penindakan besar pernah dilakukan. Kawasan hutan rusak parah. Negara disebut merugi. Namun hingga kini, masyarakat masih mempertanyakan apakah semua aktor benar-benar akan diseret ke meja hijau atau hanya sebagian kecil yang dijadikan tumbal hukum.

Sidang yang terus bergulir kini tak lagi sekadar mengadili empat terdakwa. Persidangan ini mulai berubah menjadi pintu pembuka dugaan jejaring besar tambang ilegal di Bangka Tengah.

Dan jika suatu hari Haji Ton benar-benar diborgol aparat, maka publik menunggu satu langkah berikutnya: apakah “oknum loreng” yang diduga berada di belakang pusaran tambang ilegal itu juga akan ikut diseret, atau justru kembali lenyap di balik gelapnya permainan tambang Babel. (RADAK)

  • Penulis: Radak

Rekomendasi

  • BREAKING NEWS – Direktur CV Tiga Saudara Dikabarkan Menginap di Sel Mapolda Babel

    BREAKING NEWS – Direktur CV Tiga Saudara Dikabarkan Menginap di Sel Mapolda Babel

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, RADAKBABEL.COM — Informasi mengejutkan beredar di kalangan pelaku usaha dan aparat penegak hukum di Bangka Belitung. Hian Tian alias Atian, Direktur CV Tiga Saudara yang dikenal sebagai mitra usaha PT Timah Tbk, dikabarkan telah menginap di balik jeruji besi Mapolda Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat malam (20/2/2026). Hingga saat ini belum ada keterangan resmi […]

  • Lawan Informasi Keliru, Andi Kusuma Tegaskan AK Law Firm Berjalan di Koridor Hukum: Itu Hoaks..! 

    Lawan Informasi Keliru, Andi Kusuma Tegaskan AK Law Firm Berjalan di Koridor Hukum: Itu Hoaks..! 

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, RADAKBABEL.COM — Pengacara Andi Kusuma menyebut kabar penggeledahan kantor AK Law Firm di Merawang, Kabupaten Bangka, sebagai “hoaks”. “Katanya ada penggeledahan, itu hoaks semua,” ujar Andi Kusuma kepada Radakbabel.com, Kamis malam, (22/1/2026). Klaim hoaks itu disampaikan Andi untuk menepis pemberitaan yang menyebut Kantor AK Law Firm digeledah Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung terkait kasus antransit, […]

  • DPRD Babel Geram, Jalan Warga Jadi Korban Sawit

    DPRD Babel Geram, Jalan Warga Jadi Korban Sawit

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    BANGKA SELATAN, RADAKBABEL.COM — Polemik hancurnya Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Nangka, Kecamatan Air Gegas, akibat aktivitas kendaraan proyek pembangunan pabrik kelapa sawit milik PT Bukit Palma Prima terus memantik kemarahan publik. Jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat untuk mengangkut hasil kebun dan menunjang aktivitas ekonomi warga kini berubah rusak parah, berlumpur, bahkan […]

  • Penjaga Pantai Air Anyir Klaim Dianiaya Orang yang Mengaku Satgas

    Penjaga Pantai Air Anyir Klaim Dianiaya Orang yang Mengaku Satgas

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    RADAKBABEL.COM BANGKA — Penjaga Pantai Air Anyir, Kabupaten Bangka, Tamim, mengaku menjadi korban tindakan kekerasan saat sejumlah orang yang mengklaim sebagai Satgas Trisakti mendatangi kawasan pantai pada Jumat malam, 18 Juni 2026. Tamim menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar selepas Magrib. Saat itu, ia tengah memperbaiki traktor yang mengalami kerusakan di ujung area pantai. “Saya tidak […]

  • Disnaker Bentuk Tim Khusus Kasus Perusahaan Air Kemasan ViZ Dituding Zholimi Gaji Karyawan dan BPJS

    Disnaker Bentuk Tim Khusus Kasus Perusahaan Air Kemasan ViZ Dituding Zholimi Gaji Karyawan dan BPJS

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, RADAKBABEL.COM  —  Keluhan karyawan perusahaan air minum dalam kemasan merek VIZ membuka kembali persoalan klasik ketenagakerjaan, upah di bawah standar dan lemahnya pengawasan. Sejumlah pekerja mengaku selama hampir 10 tahun menerima upah di bawah Upah Minimum Regional (UMR), disertai pemotongan iuran BPJS yang dinilai tidak sesuai ketentuan. Pengakuan itu kini menjadi perhatian serius Dinas […]

  • Ketika Jurnalis Kehilangan Netralitas: Ancaman bagi Demokrasi

    Ketika Jurnalis Kehilangan Netralitas: Ancaman bagi Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    Opini: Oleh – La Ode M. Murdani Wartawan Muda Bangka Belitung. RADAKBABEL.COM, BANGKA BELITUNG — Jurnalisme sejatinya berdiri di atas prinsip kebenaran, independensi, dan keberpihakan pada kepentingan publik. Seorang jurnalis diharapkan menjadi mata dan telinga masyarakat, menyampaikan fakta apa adanya tanpa dipengaruhi kepentingan kekuasaan maupun afiliasi politik tertentu. Namun, ketika jurnalis tidak lagi netral dan […]

error: Content is protected !!
expand_less