GROUP RADAK BABEL

Team Radak Babel Team Radak Babel Team Radak Babel

Event UMKM Kemerdikaan Sepi: Pedagang Keluhkan Omzet Minim, Harga Sewa Stan Mahal

RADAKBABEL.COM, PANGKALPINANG— Semarak kegiatan UMKM bernuansa kemerdekaan di kawasan Alun-Alun Kota Pangkalpinang ternyata belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan para pedagang.

Meski berbagai stan menawarkan beragam produk, mulai dari makanan, minuman, pakaian hingga kerajinan, suasana di lokasi kegiatan masih terlihat relatif sepi. Sejumlah pedagang bahkan mengaku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan pembeli.

Kondisi tersebut menjadi keluhan tersendiri bagi pelaku UMKM. Pasalnya, omzet yang mereka peroleh dinilai belum sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti event, termasuk biaya sewa stan.

Salah seorang pedagang jus buah, Linda, mengatakan jumlah pengunjung pada event kali ini terasa lebih sedikit dibandingkan kegiatan UMKM sebelumnya.

“Kalau dibandingkan event UMKM sebelumnya memang lumayan lebih ramai dibandingkan dengan Event UMKM Kemerdekaan sekarang,” ujar Linda, dikutip Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, omzet yang diperoleh selama mengikuti event kali ini berkisar Rp600 ribu hingga Rp1 juta per hari. Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan pendapatannya ketika berjualan di lokasi biasanya.

Padahal, saat mengikuti event UMKM sebelumnya, omzet yang diperolehnya bahkan mampu mencapai sekitar Rp3 juta per hari.

Keluhan serupa disampaikan Rival, pedagang risol dengan berbagai varian rasa. Ia mengaku omzet yang diperoleh selama mengikuti event hanya sekitar Rp250 ribu per hari.

Baca Juga  Perusahaan Untung, Warga Nangka Swadaya Tambal Jalan Rusak

Jumlah tersebut masih jauh dari target pendapatan yang diharapkannya, yakni sekitar Rp1 juta per hari.

“Kalau di outlet memang juga sedang sepi. Mau tidak mau kami harus menjemput bola. Kami ikut event ini sebenarnya berharap bisa menambah pendapatan. Tapi pengunjung sekarang belum terlalu ramai dibandingkan event UMKM sebelumnya,” ujarnya, dikutip Sabtu (22/8/2026).

Rival menilai minimnya pendapatan bukan hanya disebabkan jumlah pengunjung yang belum ramai. Menurutnya, daya beli masyarakat yang menurun juga turut memengaruhi penjualan para pelaku UMKM.

Namun, kondisi berbeda dialami Nabila, pedagang yang menjual corndog, burger dan minuman. Ia mengaku masih mendapatkan keuntungan dari event tersebut.

Menurut Nabila, pendapatan yang diperolehnya di lokasi event justru lebih besar dibandingkan ketika berjualan di tempat biasanya.

“Event sebelumnya memang lebih ramai, tapi saya masih bisa mendapatkan pendapatan yang lebih besar daripada di tempat biasanya. Karena sebelumnya memang sudah banyak pelanggan online, jadi sekarang mereka bisa langsung datang ke lokasi,” katanya, dikutip Sabtu (22/8/2026).

Nabila juga menilai keberadaan musik dan berbagai kegiatan pendukung menjadi salah satu faktor yang mampu menarik masyarakat datang ke lokasi.

Meski demikian, persoalan biaya sewa stan masih menjadi perhatian sejumlah pedagang. Mereka berharap penyelenggara dapat mempertimbangkan kembali besaran biaya yang dibebankan kepada pelaku UMKM.

Baca Juga  Lawan Informasi Keliru, Andi Kusuma Tegaskan AK Law Firm Berjalan di Koridor Hukum: Itu Hoaks..! 

Rival mengatakan harga sewa stan yang mencapai sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta dinilai cukup membebani pedagang, terutama ketika jumlah pengunjung dan omzet penjualan tidak sesuai harapan.

“Harapannya harga sewa khususnya event di alun-alun bisa lebih dikurangi, jangan terlalu mahal supaya tidak terlalu membebani para pelaku UMKM,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa ke depan dapat lebih banyak melibatkan pemerintah daerah maupun organisasi perangkat daerah terkait, sehingga biaya yang harus ditanggung pelaku UMKM bisa lebih ringan.

“Kalau bisa yang mengadakan event seperti ini dari pemerintah daerah atau dinas Kota Pangkalpinang. Kalau yang sekarang ini karena bukan dari pemerintah daerah dan dinas, biaya sewanya kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2 juta untuk satu stan per event. Tapi kalau misalnya dari pemerintah daerah atau dinas, biayanya tidak sebesar ini,” tambahnya.

Bagi pelaku UMKM, mengikuti event bukan sekadar soal berjualan. Kegiatan semacam ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan produk, menjaring pelanggan baru, memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan.

Namun, ketika biaya sewa stan cukup tinggi sementara jumlah pengunjung dan daya beli masyarakat belum maksimal, keuntungan yang diharapkan justru berpotensi tergerus.

Baca Juga  Luarnya Religius, Dalamnya Brutal? Kasus Penganiayaan Santri Gegerkan Bangka!

Karena itu, para pedagang berharap penyelenggara tidak hanya berfokus pada kemeriahan acara, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan usaha para pelaku UMKM.

Event yang menghadirkan hiburan, musik, promosi dan kegiatan menarik dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Dengan begitu, biaya yang dikeluarkan pedagang dapat lebih sebanding dengan omzet yang mereka peroleh.

Bagi UMKM, event yang sukses bukan hanya soal ramainya panggung dan meriahnya suasana, tetapi juga tentang apakah pedagang yang ikut berjualan benar-benar mampu membawa pulang keuntungan. (Rdk)

Hargai Karya Radak Jangan Salin Tanpa Izin

error: Content is protected !!