Bukit Kampus Senja: Tempat Ngopi, Kulineran, dan Menikmati Sunset di Perbukitan
- calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RADAKBABEL.COM, BANGKA – Bosan dengan suasana coffee shop di tengah hiruk-pikuk perkotaan? Bukit Kampus Senja menawarkan pengalaman berbeda. Berada di kawasan perbukitan, tak jauh dari gerbang baru Universitas Bangka Belitung (UBB), tempat ini memadukan suasana alam, sajian kuliner, dan panorama matahari terbenam dalam satu tempat.
Dikelilingi pepohonan dan hamparan kebun yang masih asri, Bukit Kampus Senja hadir sebagai alternatif tempat bersantai bagi masyarakat yang ingin menikmati secangkir kopi dengan suasana lebih tenang. Tak hanya menawarkan makanan dan minuman, tempat ini juga menghadirkan pengalaman menikmati senja dari ketinggian.
Bagi pengunjung yang datang menjelang sore, rooftop menjadi salah satu daya tarik utama. Dari area tersebut, panorama matahari terbenam dapat dinikmati ketika mentari perlahan turun di ufuk barat, menghadirkan pemandangan yang menjadi inspirasi nama Bukit Kampus Senja.
Pengelola Bukit Kampus Senja, Hendra, mengatakan, gagasan menghadirkan tempat nongkrong dengan konsep alam tersebut berangkat dari pengalamannya berkecimpung di dunia food and beverage (F&B). Melihat perkembangan usaha kuliner yang semakin beragam di Bangka Belitung, ia ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari coffee shop pada umumnya.
“Kalau di kota sudah padat, orang bikin coffee shop, warkop dan segala macam. Siapa tahu orang ingin mencoba suasana yang banyak hutannya,” ujar Hendra.
Pemilihan lokasi pun memiliki cerita tersendiri. Lahan yang kini menjadi tempat usaha tersebut merupakan milik pribadi yang telah dibeli sekitar lima tahun lalu. Letaknya yang berdekatan dengan kawasan kampus UBB menjadi peluang untuk mengembangkan usaha kuliner dengan menyasar berbagai kalangan.
Menikmati Senja dari Atas Bukit
Sesuai namanya, Bukit Kampus Senja menggabungkan tiga unsur yang menjadi identitas tempat ini, yakni kawasan perbukitan, kedekatannya dengan kampus, serta panorama matahari terbenam.
Rooftop sengaja disiapkan sebagai salah satu area favorit pengunjung untuk menikmati pemandangan senja. Menjelang pukul 17.00 WIB, pengunjung berkesempatan menyaksikan matahari yang perlahan tenggelam dengan warna langit yang berubah menjelang petang.
“Di rooftop itu untuk melihat sunset. Turunnya sekitar jam lima, pas benar dari rooftop ini. Merah bulat. Makanya namanya Bukit Kampus Senja,” ungkap Hendra.
Kehadiran pepohonan dan kebun di sekitar lokasi semakin memperkuat suasana alami. Perpaduan udara perbukitan, pemandangan hijau, dan panorama senja menjadi pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung yang ingin sejenak menjauh dari keramaian kota.
Ruang Berkumpul Keluarga dan Mahasiswa
Tak hanya mengandalkan suasana alam, Bukit Kampus Senja juga menyasar pasar yang cukup beragam. Keluarga menjadi target utama, sementara mahasiswa UBB dan kalangan anak muda diharapkan turut meramaikan tempat tersebut.
Kedekatannya dengan kampus menjadi salah satu pertimbangan pengelola dalam menentukan harga makanan dan minuman agar tetap terjangkau mahasiswa.
“Target utama keluarga. Namun karena dekat dengan kampus, harapan besarnya anak-anak kampus juga lebih menggeliat untuk datang ke sini. Makanya harga-harga yang kita jual juga mengimbangkan harga anak kampus,” kata Hendra.
Melalui konsep tersebut, Bukit Kampus Senja diharapkan tidak sekadar menjadi tempat makan dan minum, tetapi juga ruang berkumpul bagi keluarga, mahasiswa, maupun masyarakat umum.
Lebih dari itu, pengelola juga berharap usaha ini dapat berkembang dalam jangka panjang, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan kontribusi bagi pertumbuhan UMKM di sekitarnya.
“Harapannya bisa tetap eksis, tetap berjalan sesuai dengan harapan. Dapat mempekerjakan teman-teman, keluarga di UMKM ini. Harapannya terus dapat rezeki, bisa diturunkan ke anak cucu untuk generasi berikutnya. Usahanya bisa panjang,” tuturnya.
Dari Sop Buntut hingga Resbol
Berbicara soal kuliner, Bukit Kampus Senja tidak hanya mengandalkan kopi dan pemandangan. Sejumlah menu makanan berat turut disiapkan untuk memenuhi selera pengunjung, mulai dari sop buntut, sop tulang hingga sop kaki.
Bagi mahasiswa dan pencinta kuliner praktis, tersedia pula nasi goreng kampung, nasi goreng oriental, serta beragam varian resbol yang menjadi salah satu menu andalan untuk kalangan anak muda.
“Yang kami dorong sekarang seperti sop, sop buntut, sop tulang, sop kaki, sama resbol, makanan anak-anak mahasiswa,” jelas Hendra.
Pilihan camilan juga terus dikembangkan. Beberapa di antaranya terinspirasi dari kuliner Bandung, seperti tahu pedas, nanas goreng, kentang, serta aneka gorengan yang cocok dinikmati sembari bersantai.
Kopi Robusta dari Kebun Sendiri
Salah satu hal yang membuat Bukit Kampus Senja memiliki cerita tersendiri adalah kopi yang disajikan. Tak sekadar membeli biji kopi dari pemasok, pengelola juga memanfaatkan hasil kebun kopi milik sendiri, meski produksinya belum dalam skala besar.
Kopi berjenis Robusta tersebut diolah untuk disajikan kepada pengunjung. Kehadiran kopi dari kebun sendiri menjadi bagian dari identitas usaha yang ingin dibangun Hendra.
“Ini benar-benar kopi yang bagus, langsung dari kebun sendiri,” katanya.
Untuk pilihan minuman, Bukit Kampus Senja menghadirkan Kopi Bukit Senja dengan beberapa varian, di antaranya creamy latte, caramel, dan pistachio. Setiap varian menawarkan karakter rasa yang berbeda sehingga pengunjung dapat menyesuaikannya dengan selera masing-masing.
Creamy latte menjadi pilihan bagi pencinta kopi yang menginginkan perpaduan rasa kopi dan susu. Sementara itu, varian pistachio menawarkan sentuhan rasa kacang yang lebih ringan, sedangkan caramel menyasar penikmat minuman dengan cita rasa manis.
Bagi pengunjung yang tidak mengonsumsi kopi, tersedia pula aneka minuman non-kopi. Matcha dan matcha strawberry menjadi dua pilihan yang cukup diminati.
“Kami pakai matcha kualitas satu. Matcha strawberry ini paling banyak keluar,” ujar Hendra.
Sementara untuk kopi panas, pengelola menggunakan kopi Arenda Mara yang memiliki karakter rasa manis tanpa berlebihan.
Beragam pilihan tersebut melengkapi pengalaman bersantai di Bukit Kampus Senja. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga dapat mengeksplorasi aneka sajian yang disiapkan pengelola.
Menawarkan Pengalaman Lebih dari Sekadar Ngopi
Di tengah semakin beragamnya pilihan coffee shop di Bangka Belitung, Bukit Kampus Senja mencoba membangun identitas melalui perpaduan kuliner dan suasana alam.
Lokasinya yang berada di kawasan perbukitan, dikelilingi pepohonan, berdekatan dengan kampus, serta memiliki rooftop untuk menikmati matahari terbenam menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan.
Bagi keluarga, tempat ini dapat menjadi ruang untuk berkumpul dan menikmati waktu bersama. Bagi mahasiswa, tersedia pilihan makanan dan minuman dengan harga yang disesuaikan. Sementara bagi pencinta kopi, sajian Robusta dari kebun sendiri memberikan cerita tersendiri di balik setiap cangkir.
Hendra pun mengajak masyarakat yang mulai jenuh dengan suasana perkotaan untuk mencoba pengalaman berbeda di tempat usahanya.
“Kalau bosan ngopi di kota, ya di Bukit Kampus Senja saja,” ajaknya.
Di Bukit Kampus Senja, secangkir kopi bukan sekadar teman bersantai. Ada suasana hijau pepohonan, udara perbukitan, sajian kuliner, hingga panorama matahari terbenam yang melengkapi setiap momen kebersamaan.
Sebuah tempat bagi mereka yang ingin menikmati kopi dengan suasana berbeda, ketika kehangatan secangkir kopi berpadu dengan ketenangan alam dan indahnya senja.(RADAK)
- Penulis: admin radak














