GRUB RADAK BABEL

Team Radak Babel

BREAKING NEWS: Herman Fu Kembali Hari Ini Jalani Sidang di PN Pangkalpinang

PANGKALPINANG, RADAKBABEL.COM  – – Kasus dugaan tindak pidana korupsi dan perambahan kawasan hutan lindung di Dusun Nadi dan Lubuk Sarang Ikan kembali bergulir,  Rabu (20/5/2026), terdakwa Herman Fu kembali menjalani persidangan di ruang Tirta Pengadilan Negeri Kelas I Pangkalpinang dengan agenda pemeriksaan saksi.

Sorotan publik terhadap perkara ini terus menguat. Pasalnya, kasus yang menyeret dugaan aktivitas tambang dan perambahan kawasan hutan tersebut dinilai telah menyebabkan kerusakan lingkungan serius serta memunculkan pertanyaan besar soal pihak-pihak yang diduga ikut menikmati hasil dari aktivitas ilegal di kawasan hutan itu.

Pantauan di lokasi, Herman Fu datang ke Pengadilan Negeri Pangkalpinang bersama Igus Mardiansya menggunakan mobil Toyota Avanza warna silver dengan nomor polisi BN 1416 BQ. Kehadiran keduanya langsung menjadi perhatian pengunjung sidang maupun awak media yang sejak pagi menunggu jalannya persidangan.

Baca Juga  Jalan Raya Disulap Jadi Ranjau Maut: Proyek Sawit PT BPP Diduga Abaikan Nyawa Pengguna Jalan

Sidang kali ini berfokus pada keterangan para saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum guna mengupas dugaan aliran aktivitas tambang ilegal serta perambahan kawasan hutan di Dusun Nadi dan Lubuk Sarang Ikan. Keterangan para saksi dinilai akan menjadi titik penting untuk membongkar siapa saja yang diduga terlibat dalam praktik yang disebut telah merugikan negara dan merusak kawasan hutan lindung tersebut.

Perkara ini sendiri terus menjadi sorotan tajam masyarakat Bangka Belitung. Banyak pihak mendesak agar proses hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan semata, tetapi juga mengungkap aktor-aktor besar yang diduga berada di balik aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan itu.

Dengan agenda pemeriksaan saksi yang terus bergulir, publik kini menunggu apakah persidangan ini benar-benar mampu membuka tabir dugaan korupsi dan perambahan hutan yang selama ini disebut-sebut berlangsung secara masif di wilayah tersebut. (RADAK)

Hargai Karya Radak Jangan Salin Tanpa Izin

error: Content is protected !!