Hot News
Trending Hashtag
Beranda » Berita » BAP Tan Kian Catut Nama Jaksa Agung, Pengacara Beri Klarifikasi Soal Uang Rp40 Miliar

BAP Tan Kian Catut Nama Jaksa Agung, Pengacara Beri Klarifikasi Soal Uang Rp40 Miliar

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RADAKBABEL.COM, JAKARTA – Dokumen berita acara pemeriksaan (BAP) Tan Kian dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) memuat sejumlah nama pejabat tinggi di lingkungan Kejaksaan Agung.

Sedikitnya ada empat nama pejabat Kejaksaan Agung yang disebut dalam BAP tersebut. Mereka merupakan pejabat yang pernah maupun masih menduduki posisi strategis di Korps Adhyaksa.

Keempat nama itu yakni Sulaiman Syarief Nahdi, Febrie Adriansyah, Ali Mukartono, dan Sanitiar Burhanuddin.

Sulaiman Syarief Nahdi merupakan mantan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Kemudian ada Febrie Adriansyah yang pernah menjabat Direktur Penyidikan Jampidsus dan kemudian menjadi Jampidsus.

Nama berikutnya adalah Ali Mukartono, yang merupakan mantan Jampidsus. Sementara Sanitiar Burhanuddin saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung.

Kemunculan empat nama tersebut berkaitan dengan keterangan mengenai dugaan aliran uang puluhan miliar rupiah dalam perkara yang menyeret Tan Kian.

Namun, kuasa hukum Febrie Adriansyah, Febri Diansyah, meminta penyebutan nama-nama tersebut dibaca secara utuh sesuai konteks keterangan dalam BAP.

Menurut Febri, Tan Kian tidak secara eksplisit menyatakan uang Rp40 miliar ditujukan kepada Febrie Adriansyah.

“Tan Kian justru menyebut ada empat nama di Kejaksaan Agung yang menurut Tan Kian, bahasanya, ‘bisa saja uang 40 miliar tersebut untuk orang-orang tersebut’,” kata Febri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Dengan demikian, kata Febri, empat nama tersebut muncul dalam keterangan Tan Kian, tetapi penyebutan itu tidak serta-merta berarti mereka merupakan penerima uang.

Uang Disebut Diberikan kepada Ferry Boboho

Febri juga menegaskan, berdasarkan BAP Tan Kian, uang tersebut disebut diberikan kepada Ferry Hongkiriwang alias Ferry Boboho.

“Dan Ferry tidak pernah menyampaikan sama sekali di BAP Tan Kian tersebut bahwa uang tersebut nanti akan diberikan kepada Pak FA. Itu tegas sekali di BAP tersebut,” ujarnya.

Perkara ini sebelumnya mencuat setelah adanya dugaan pemberian uang kepada Ferry. Pada 2022, Ferry disebut menerima uang Sin$5 juta yang dibungkus dalam tas merah dari sekretaris Tan Kian di sebuah hotel bintang lima di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Dengan kurs saat itu, nilai uang tersebut disebut sekitar Rp55 miliar. Ferry disebut mengambil Rp5 miliar, sedangkan sisanya diklaim diberikan kepada utusan Febrie bernama Nurman Herin.

Nurman Herin kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara TPPU yang dikaitkan dengan Febrie.

Empat Nama Muncul dalam BAP

Penyebutan empat pejabat Kejaksaan Agung tersebut menjadi bagian dari keterangan Tan Kian dalam BAP. Namun, konteks penyebutan nama dan dugaan aliran uang tersebut masih menjadi bagian dari proses penanganan perkara.

Keempatnya memiliki riwayat atau posisi strategis di Kejaksaan Agung, yakni Sulaiman Syarief Nahdi, Febrie Adriansyah, Ali Mukartono, dan Sanitiar Burhanuddin.

Penyebutan nama dalam BAP tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan keterlibatan atau status seseorang sebagai penerima uang. Konteks lengkap keterangan dalam BAP menjadi penting untuk melihat maksud penyebutan masing-masing nama. (Inilah)

  • Penulis: admin radak

Rekomendasi

  • Solar “Kencingan” Tanker, SPBU, dan SPBN Diduga Jadi Sumber Utama BBM Ilegal di Belitung: Nama Pian Disebut Bos Besar

    Solar “Kencingan” Tanker, SPBU, dan SPBN Diduga Jadi Sumber Utama BBM Ilegal di Belitung: Nama Pian Disebut Bos Besar

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • 0Komentar

    BELITUNG, RADAKBABEL.COM — Dibalik kelangkaan solar subsidi yang kerap dikeluhkan nelayan dan pelaku usaha kecil di Pulau Belitung, tersimpan praktik gelap yang telah lama berdenyut di jalur laut dan darat. Solar ilegal, yang diduga berasal dari hasil “kencingan” kapal tanker serta penyelewengan distribusi di SPBU dan SPBN, mengalir deras ke gudang-gudang penampungan hingga ke tangan […]

  • Thumbnail Berita 5

    14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

    • calendar_month Sabtu, 16 Mar 2019
    • 0Komentar

    JAKARTA, RADAKBABEL.COM — Empat belas tahun telah berlalu, namun bayang-bayang kematian Munir Said Thalib masih menyisakan luka dan tanya yang tak kunjung terjawab. Aktivis HAM itu meregang nyawa di dalam pesawat menuju Amsterdam, Belanda—diracun di udara, dalam perjalanan yang seharusnya menjadi langkah perjuangan berikutnya. Kasus ini sempat mengarah pada satu nama: Pollycarpus Budihari Priyanto, pilot […]

  • MANSUR: Rakus Sendiri, Hak Orang Lain Ikut Disikat

    MANSUR: Rakus Sendiri, Hak Orang Lain Ikut Disikat

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • 0Komentar

    RADAKBABEL.COM, OPINI — Ada satu penyakit sosial yang barangkali belum masuk daftar penyakit Kementerian Kesehatan. Namanya Mansur. Bukan nama orang. Bukan pula nama kampung. Mansur adalah singkatan dari “makan surang”—sebuah perilaku ketika seseorang merasa semua yang ada di depan mata adalah kesempatan untuk mengisi piring sendiri. Soal orang lain kebagian atau tidak, itu urusan belakangan. […]

  • Permintaan Maaf PT Timah di Tengah Tragedi Longsor Pondi: Saat Tambang Illegal Abaikan Standar K3

    Permintaan Maaf PT Timah di Tengah Tragedi Longsor Pondi: Saat Tambang Illegal Abaikan Standar K3

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    BANGKA, RADAKBABEL.COM — Di kawasan eks tambang Pondi, Desa Pemali, Kecamatan Pemali, Bangka, Senin (2/2/2026), tanah kembali runtuh. Bukan hanya dinding pasir yang longsor, tetapi juga harapan delapan penambang yang berada di bawahnya. Tiga orang ditemukan meninggal dunia, satu selamat, sementara empat lainnya masih tertimbun saat proses pencarian terus dilakukan tim gabungan. Di tengah kepanikan […]

  • Tim Hiu Satpolair Polres Bangka Barat Berhasil Amankan 10 Ton Timah Jalur Mentok Palembang

    Tim Hiu Satpolair Polres Bangka Barat Berhasil Amankan 10 Ton Timah Jalur Mentok Palembang

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    BANGKA BARAT, RADAKBABEL.COM –Polres Bangka Barat berhasil menggagalkan upaya penyelundupan balok timah dan pasir timah dalam jumlah besar di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Para pelaku menyamarkan muatan timah tersebut menggunakan fiber box udang untuk mengelabui petugas saat pemeriksaan. Penggagalan penyelundupan ini dilakukan oleh Tim Hiu Satpolair Polres Bangka Barat pada Rabu (28/1/2026) […]

  • Modus Licik Penyelundupan 15 Balok Timah: Ditimbun 10 Ton Tepung Tapioka untuk Kelabui Petugas

    Modus Licik Penyelundupan 15 Balok Timah: Ditimbun 10 Ton Tepung Tapioka untuk Kelabui Petugas

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • 0Komentar

    RADAKBABEL.COM, BANGKABARAT – Tepung tapioka sebanyak 10 ton ternyata bukan sekadar muatan biasa. Di balik ratusan karung yang memenuhi bak sebuah truk, tersimpan 15 balok timah yang diduga hendak diselundupkan keluar Pulau Bangka. Modusnya cukup sederhana, tetapi dirancang untuk mengelabui pemeriksaan. Belasan balok timah diletakkan di bagian paling dasar bak truk, kemudian ditutup rapat menggunakan […]

error: Content is protected !!
expand_less