Babel Masih Kering Oktober, Keran Hujan Diprediksi Terbuka Mulai November
- calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Penulis: Yuda Radak
RADAKBABEL.COM, PANGKALPINANG — Masyarakat Bangka Belitung masih harus bersabar menunggu datangnya hujan yang lebih merata.
Oktober 2026 diperkirakan belum membawa perubahan berarti terhadap kondisi kering yang masih melanda sejumlah wilayah.
Namun, situasi tersebut diprediksi mulai berubah memasuki November. Curah hujan diperkirakan meningkat secara bertahap dan mencapai puncaknya pada Desember 2026 hingga Januari 2027.
Gambaran tersebut disampaikan Tsabit Aqdam, Forecaster Stasiun Klimatologi Bangka Belitung, saat memaparkan outlook musim hujan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2026/2027, Rabu (30/9/2026).
Berdasarkan prediksi curah hujan enam bulan ke depan, Oktober masih menjadi periode dengan curah hujan relatif rendah. Curah hujan diperkirakan berada pada kisaran 21 hingga 100 milimeter per dasarian.
“Untuk bulan Oktober 2026 diprediksi masih berada pada kondisi kering atau curah hujan berada pada kategori rendah di 21 hingga 100 milimeter per dasarian,” ujar Tsabit.
Kondisi mulai bergeser pada November. Curah hujan diprediksi meningkat di hampir seluruh wilayah Bangka Belitung dan masuk kategori menengah, dengan kisaran 101 hingga 300 milimeter.
Perubahan paling signifikan diperkirakan terjadi pada Desember. Hampir seluruh wilayah Babel diprediksi memasuki periode basah dengan curah hujan kategori tinggi.
Bahkan, sebagian kecil wilayah Bangka Barat berpotensi mencatat curah hujan lebih dari 500 milimeter dalam sebulan.
Kondisi tersebut diperkirakan belum berakhir pada awal 2027. Januari diprediksi masih menjadi bulan dengan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi.
“Untuk Januari ini tidak jauh berbeda dengan bulan Desember, dimana curah hujan berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi,” kata Tsabit.
Di sejumlah wilayah, curah hujan diperkirakan berada pada kisaran 401–500 milimeter per bulan, sementara wilayah lainnya berada pada kategori tinggi sekitar 301–400 milimeter.
Dari Kekeringan Menuju Periode Basah
Setelah mencapai periode basah pada Desember hingga Januari, curah hujan diperkirakan mulai menurun pada Februari 2027.
Meski demikian, penurunan tersebut belum berarti Babel kembali memasuki kondisi kering. Sebagian wilayah masih diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi, sementara wilayah lainnya berada pada kategori menengah dengan kisaran 201–300 milimeter per bulan.
Memasuki Maret 2027, curah hujan kembali diperkirakan berkurang dan secara umum berada pada kategori menengah.
Pola tersebut menunjukkan adanya perubahan cukup jelas dalam enam bulan ke depan. Oktober menjadi fase kering, November merupakan masa peningkatan hujan, Desember hingga Januari menjadi periode basah, kemudian curah hujan berangsur menurun pada Februari dan Maret.
Perubahan pola ini menjadi perhatian penting karena datang setelah Babel melewati periode kering yang cukup panjang.
Meningkatnya curah hujan pada penghujung 2026 juga perlu diantisipasi oleh berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan dan perikanan hingga transportasi serta pengelolaan sumber daya air.
Di sisi lain, perubahan dari kondisi kering menuju hujan dengan intensitas tinggi juga membawa potensi dampak hidrometeorologi yang perlu diwaspadai.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya menunggu datangnya hujan, tetapi juga mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi Bangka Belitung.
Setelah berbulan-bulan menghadapi kondisi kering, langit Babel diprediksi mulai membuka keran hujan pada November dan semakin deras menjelang pergantian tahun. (Rdk)
- Penulis: admin radak














