Hot News
Trending Hashtag
Beranda » Bangka Belitung » Pangkalpinang » Advokat Andi Kusuma: Di Tengah Tekanan Politik dan Hukum, Berbuat Baik Tak Boleh Berhenti

Advokat Andi Kusuma: Di Tengah Tekanan Politik dan Hukum, Berbuat Baik Tak Boleh Berhenti

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PANGKALPINANG, RADAKBABEL.COM — Di tengah riuhnya politik, hukum, dan tekanan kekuasaan di Bangka Belitung, advokat Andi Kusuma menuturkan perjalanan panjangnya sebagai pengacara yang memilih tetap berdiri di jalur nurani. Baginya, berbuat baik tak boleh berhenti hanya karena kebaikan itu kerap disalahpahami, bahkan dibalas dengan fitnah dan kriminalisasi.

Andi membuka kisahnya dari pengalaman sosial yang ia jalani bertahun-tahun.

Ia menyebut, hanya dengan niat baik dan keikhlasan, seseorang bisa membantu banyak orang tanpa pamrih. Namun, ia juga menyadari bahwa kebaikan kerap dilihat berbeda-beda—seperti pepatah, “yang melihatnya anjing, yang melihatnya kucing.”

“Kalau niatnya rusak, percuma. Sama seperti ibadah tanpa niat,” ujar Andi Kusuma, saat berkunjung ke Kantor RADAK BABEL di Jalan Toni Wen Pangkalpinang, Jumat (23/1/2026) petang menjelang Maghrib.

Andi menyinggung pentingnya integritas, termasuk dalam karya jurnalistik. Ia menilai jurnalis seharusnya berbicara melalui fakta dan objektivitas, bukan dengan menargetkan pasal atau kepentingan tertentu.

Di Persimpangan Politik Kekuasaan

Dalam lanskap politik Bangka Belitung, Andi mengakui pernah berada dekat dengan banyak tokoh, mulai dari kubu Gubernur aktif hingga para mantan dan rival politik.
Ia menyebut nama-nama yang pernah menjadi “petarung” dalam kontestasi kekuasaan, sembari menegaskan bahwa posisinya adalah profesional, bukan alat politik.
Namun, menurutnya, hukum dan lembaga penegak hukum kini kerap ditarik ke arena politik. Polisi, kejaksaan, hingga institusi lain disebutnya tak jarang kehilangan objektivitas, terutama ketika perkara telah “ditargetkan” untuk naik ke tahap tertentu.

Ribuan Perkara Sosial, Minim Bayaran

Sebagai advokat, Andi mengklaim telah menangani ratusan perkara sosial setiap tahun. Pada 2025 saja, ia menyebut menyelesaikan lebih dari 800 perkara, sebagian besar tanpa bayaran. Baru pada 2026, ia mulai menerima perkara komersial, jumlahnya masih puluhan.

“Kalau dihitung, mayoritas itu perkara orang kecil. Ibu-ibu, orang susah, yang tak punya akses ke hukum,” katanya.
Namun, konsekuensinya tak ringan. Ia mengaku sering diintimidasi, ditekan, bahkan dilaporkan balik. Klien yang dibela kerap berterima kasih, tetapi di sisi lain ia harus siap dimaki, difitnah, dan diadukan ke aparat.

Kasus Heliana dan Tekanan Kekuasaan

Salah satu titik terberat yang ia ceritakan adalah saat mendampingi perkara yang melibatkan Heliana.
Ia menggambarkan tekanan yang datang bertubi-tubi, dari aparat hingga lingkar kekuasaan. Dalam persidangan, Andi mengungkap aliran dana yang menurutnya tidak pernah dibuka secara objektif oleh penyidik.

“Kalau mau objektif, buka datanya dari 2023 sampai 2025. Di situ kelihatan semuanya,” tegasnya.

Ia menilai penegakan hukum dalam kasus tersebut tidak netral dan sarat kepentingan. Karena itu, ia menyerukan perlunya reformasi serius di tubuh kepolisian, khususnya di Bangka Belitung.
Seiring banyaknya perkara yang ia tangani, laporan balik pun berdatangan.

Tuduhan penipuan, penggelapan, hingga fitnah disebutnya sebagai bagian dari risiko profesi ketika berhadapan dengan kepentingan besar.
Dalam satu kasus, ia justru mengaku berhasil menyelamatkan kliennya dari kerugian besar melalui audit investigatif dan perdamaian hukum, meski sebelumnya dirinya lebih dulu dilaporkan ke polisi.

“Fakta persidangan itu yang bicara. Bukan opini, bukan tekanan,” katanya.

Hukum, Nurani, dan Peran Jurnalis

Di akhir ceritanya, Andi kembali menekankan peran jurnalis. Menurutnya, karya jurnalistik yang jujur dan berbasis fakta adalah salah satu benteng terakhir keadilan.
Bukan untuk menghakimi, apalagi menjadi alat kepentingan.

“Ngapain jurnalis tidak membuat sesuatu yang positif? Cukup sampaikan fakta yang real. Itu sudah ‘wow’,” ujarnya.

Bagi Andi Kusuma, tekanan, laporan, dan kontroversi adalah bagian dari jalan yang ia pilih. Selama masih ada orang kecil yang membutuhkan bantuan hukum, ia mengaku akan tetap berjalan—meski sendirian, meski diserang dari berbagai arah. (RADAK)

  • Penulis: Radak

Rekomendasi

  • BREAKINGNEWS: Pasir Timah Itu Kabarnya Milik Kolektor Agus Jebus

    BREAKINGNEWS: Pasir Timah Itu Kabarnya Milik Kolektor Agus Jebus

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • 0Komentar

    SUNGAILIAT, RADAKBABEL.COM –-Pasir timah yang berhasil diamankan Satgasus PT Timah yang dibawa ke salah satu Smelter di Jelitik berasal dari Jebus Kabupaten Bangka Barat. Menurut pengakuan sopir truk Yuda, pasir timah yang dibawa tersebut merupakan barang milik Agus, kolektor timah asal Jebus. Sama dengan pemilik barang, timah yang ditaksir 10 ton (sebelumnya diperkirakan 4-5 ton) […]

  • Ketika Jurnalis Kehilangan Netralitas: Ancaman bagi Demokrasi

    Ketika Jurnalis Kehilangan Netralitas: Ancaman bagi Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    Opini: Oleh – La Ode M. Murdani Wartawan Muda Bangka Belitung. RADAKBABEL.COM, BANGKA BELITUNG — Jurnalisme sejatinya berdiri di atas prinsip kebenaran, independensi, dan keberpihakan pada kepentingan publik. Seorang jurnalis diharapkan menjadi mata dan telinga masyarakat, menyampaikan fakta apa adanya tanpa dipengaruhi kepentingan kekuasaan maupun afiliasi politik tertentu. Namun, ketika jurnalis tidak lagi netral dan […]

  • Hutan Sungai Buton Diduga Dibabat Pabrik CPO AH, Bupati Bangka Barat Didesak Bertindak

    Hutan Sungai Buton Diduga Dibabat Pabrik CPO AH, Bupati Bangka Barat Didesak Bertindak

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • 0Komentar

    RADAKBABEL.COM, BANGKA BARAT – Kerusakan kawasan hutan di sepanjang Sungai Buton, Dusun Tumbak, Desa Tumbakpetar, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, menuai sorotan. Aktivitas pembukaan lahan yang diduga dilakukan perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) milik pengusaha berinisial AH, asal Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, itu disebut telah mengancam kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di kawasan tersebut. Hutan […]

  • Tujuh Tahanan Kabur dari Rutan Polres Bangka: Dugaan Kelalaian hingga Skema Pelarian Terencana

    Tujuh Tahanan Kabur dari Rutan Polres Bangka: Dugaan Kelalaian hingga Skema Pelarian Terencana

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    BANGKA, RADAKBABEL.COM  ~~ Kaburnya tujuh orang tahanan dari rumah tahanan (rutan) Mapolres Bangka pada Rabu dini hari (8/4/2026) menyisakan tanda tanya besar. Peristiwa yang semestinya menjadi mustahil dalam sistem pengamanan berlapis itu justru terjadi di bawah pengawasan langsung petugas piket, memunculkan dugaan kuat adanya kelalaian serius atau bahkan celah yang dimanfaatkan secara sistematis. Informasi yang […]

  • PT PMM: Kontainer Zirkon Gagal Diberangkatkan

    PT PMM: Kontainer Zirkon Gagal Diberangkatkan

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, RADAKBABEL.COM – Situasi di kawasan Pelabuhan Pangkalbalam kembali memantik tanda tanya besar. Setelah sebelumnya sempat diamankan dan menjadi perhatian aparat gabungan, Satuan Tugas (Satgas) Tricakti kini dilaporkan telah meninggalkan lokasi. Namun, di balik meredanya aktivitas pengamanan tersebut, muncul fakta baru yang justru semakin mengundang sorotan publik. Sebanyak 15 kontainer bermuatan mineral zirkon yang diduga terkait […]

  • Dirut dan PJO Tambang Pondi Ditahan

    Dirut dan PJO Tambang Pondi Ditahan

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, RADAKBABEL.COM — Kasus maut tambang Pondi di Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, belum benar-benar reda. Di balik tujuh nyawa yang melayang awal Februari lalu, penyidik kembali membuka lapisan baru perkara yang diduga sarat kelalaian dan praktik tambang bermasalah. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung resmi menetapkan dua tersangka baru. Keduanya bukan pekerja lapangan. […]

error: Content is protected !!
expand_less