Hot News
Trending Hashtag
Beranda » Bangka Belitung » 3.000 Paket Sembako, Dari Kepedulian Umat Kwan Tie Miau untuk Sesama

3.000 Paket Sembako, Dari Kepedulian Umat Kwan Tie Miau untuk Sesama

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penulis: Yuda Radak

PANGKALPINANG, RADAKBABEL.COM — Tumpukan beras, minyak goreng, garam dan mi instan memenuhi area Kelenteng Kwan Tie Miau. Bukan sekadar bahan kebutuhan pokok, ribuan barang tersebut menjadi bagian dari sebuah tradisi panjang berbagi kepada masyarakat, Pada Sabtu (19/9/2026).

Sebanyak 3.000 paket sembako kembali disiapkan Kelenteng Kwan Tie Miau untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Setiap paket berisi 5 kilogram beras, minyak goreng, garam dan mi instan. Paket-paket tersebut dikemas dari berbagai sumbangan yang dikumpulkan umat Kelenteng Kwan Tie Miau.

Ketua Yayasan Kelenteng Kwan Tie Miau, Henry Kurniawan (70), mengatakan kegiatan tersebut bukan kegiatan yang baru dilakukan. Tradisi berbagi itu telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi agenda sosial yang dilaksanakan secara rutin.

Menurut Henry, bantuan tersebut berangkat dari kesadaran umat untuk menyisihkan sebagian hasil yang mereka miliki dan kemudian membagikannya kepada masyarakat.

“Ini merupakan satu tanda kepedulian dari umat-umat Kelenteng Kwan Tie Miau. Mereka membagikan sedikit hasil mereka kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu,” ujar Henry.

3.000 Paket, Ribuan Harapan

Di balik angka 3.000, ada kebutuhan sehari-hari yang coba diringankan.

Bagi sebagian keluarga, lima kilogram beras bukan sekadar angka. Beras adalah kebutuhan utama yang harus tersedia di dapur. Begitu pula minyak goreng, garam dan mi instan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Karena itu, paket sembako yang dibagikan tidak hanya berbicara tentang nilai barang yang diterima, tetapi juga tentang kepedulian dan perhatian kepada warga yang sedang membutuhkan.

Salah seorang penerima bantuan, Ema (50), mengaku bersyukur mendapatkan paket sembako tersebut.

“Alhamdulillah, ini bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Dikumpulkan dari Umat, Disalurkan untuk Masyarakat

Henry menjelaskan, seluruh sembako yang dibagikan berasal dari sumbangan umat Kelenteng Kwan Tie Miau.

Bantuan yang terkumpul kemudian dibawa ke kelenteng. Selanjutnya, bahan-bahan tersebut dipilah dan dikemas menjadi paket-paket sembako sebelum disalurkan kepada masyarakat.

Untuk menjaga ketepatan sasaran, pembagian kupon dilakukan melalui pihak kelurahan dan sejumlah tokoh masyarakat.

Pihak kelurahan kemudian menentukan warga yang dinilai berhak menerima bantuan.

Cara tersebut membuat penyaluran tidak semata-mata berdasarkan siapa yang datang lebih dahulu, tetapi mengacu pada warga yang dinilai membutuhkan di masing-masing wilayah.

Tak Memandang Perbedaan

Ada satu pesan yang terus ditekankan Henry dalam kegiatan tersebut bahwa bantuan tidak diberikan berdasarkan agama.

Kelenteng Kwan Tie Miau membuka bantuan bagi masyarakat yang dinilai membutuhkan, tanpa membedakan latar belakang penerima.

“Kami tidak memandang bulu dan agama. Semuanya rata. Yang penting mereka dinilai oleh kelurahan masing-masing sebagai keluarga yang berhak mendapatkannya,” kata Henry.

Di tengah keberagaman masyarakat, pembagian 3.000 paket sembako itu pun menjadi gambaran sederhana bagaimana kepedulian sosial dapat melampaui batas identitas.

Yang datang menerima bantuan tidak ditanya apa agamanya. Yang menjadi pertimbangan adalah kebutuhan.

Tradisi Berbagi Dua Kali Setahun

Bagi Yayasan Kelenteng Kwan Tie Miau, kegiatan sosial ini bukan agenda sesaat.

Henry mengatakan pembagian bantuan dilakukan dua kali dalam setahun.

Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa berbagi telah menjadi bagian dari kegiatan sosial umat Kelenteng Kwan Tie Miau.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat yang telah menyisihkan sebagian hasil mereka untuk kemudian dikumpulkan dan disalurkan kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat Kelenteng Kwan Tie Miau yang telah menyumbangkan sedikit hasilnya untuk saudara-saudara kita. Bantuan itu dapat kami salurkan dengan baik,” ucapnya.

Dua Jam untuk Menyalurkan Kepedulian

Sebanyak 3.000 paket ditargetkan selesai disalurkan hanya dalam waktu sekitar dua jam.

Angka tersebut menggambarkan besarnya aktivitas yang berlangsung dalam satu kegiatan sosial. Ribuan paket yang sebelumnya dikumpulkan, dipilah dan dikemas, kemudian berpindah tangan kepada masyarakat penerima.

Namun setelah kegiatan selesai, yang tersisa bukan hanya kemasan sembako yang telah dibagikan.

Ada pesan yang lebih sederhana bahwa kepedulian bisa dimulai dari sesuatu yang dimiliki, kemudian disisihkan sedikit demi sedikit untuk orang lain.

Dari umat Kelenteng Kwan Tie Miau, beras lima kilogram, minyak goreng, garam dan mi instan kemudian berubah menjadi bantuan bagi ribuan keluarga.

Dan bagi penerimanya seperti Ema, paket tersebut mungkin sederhana.

Tetapi di meja makan keluarga, bantuan itu memiliki arti yang jauh lebih besar, ada kebutuhan sehari-hari yang sedikit lebih ringan untuk dijalani. (Rdk)

  • Penulis: admin radak

Rekomendasi

  • Pasca Tragedi Pondi, Penjualan Pasir Timah ke MSP Disorot

    Pasca Tragedi Pondi, Penjualan Pasir Timah ke MSP Disorot

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    PEMALI, RADAKBABEL.COM — Tidak seperti biasanya ramai terdengar dentuman suara mesin dilokasi eks tambang Pondi, Desa Pemali, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka.Pasca insiden yang menewaskan 7 orang dilokasi tersebut, terhitung sejak kemarin (04/02/2026) hingga saat ini, lokasi eks tambang Pondi mendadak sunyi. Yang terlihat dilapangan hanya sejumlah petugas dari tim gabungan yang sedang melakukan pencarian terhadap […]

  • Permufakatan Jahat di IUP PT Timah: Direksi dan Smelter Diduga Rampok Negara Rp4,1 T

    Permufakatan Jahat di IUP PT Timah: Direksi dan Smelter Diduga Rampok Negara Rp4,1 T

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    BANGKA SELATAN, RADAKBABEL.COM — Sahrul Iman, Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, Rabu (18/2/2026), mengumumkan penetapan 10 tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola penambangan bijih timah di wilayah IUP PT Timah Tbk periode 2015–2022. Perkara ini diduga menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp4.163.218.993.766,98, berdasarkan laporan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). “Berdasarkan […]

  • Kodim Dan Satgas Halilintar Berhasil Amankan Belasan Ton Timah Di Bangka Tengah

    Kodim Dan Satgas Halilintar Berhasil Amankan Belasan Ton Timah Di Bangka Tengah

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    RADAKBABEL.COM, LUBUK — Tim gabungan Kodim 0413/Bangka dan Satuan tugas (Satgas) Halilintar berhasil mengamankan ratusan karung diduga berisikan pasir timah yang bercampur dengan pasir / tanah di Wilayah Nadi, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (23/12/2025) pukul 19.00 Wib. Informasi yang berhasil dihimpun Tim Radak Babel, pasir timah ±12 ton yang dikemas dalam karung […]

  • Menelusuri Jejak Suku Sula dan Asal Nama Desa Leko Sula

    Menelusuri Jejak Suku Sula dan Asal Nama Desa Leko Sula

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • 0Komentar

    Oleh: Dani Putra Lekosula MALUT, RADAKBABEL.COM — Di balik sebuah nama desa, sering kali tersimpan cerita panjang tentang perjalanan manusia, perpindahan leluhur, bahasa, adat, hingga hubungan masyarakat dengan tanah yang mereka tempati. Hal itu pula yang menarik untuk ditelusuri dari Desa Leko Sula, sebuah desa di Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Namanya […]

  • Teriak Nelayan Tak Didengar, Muara Jelitik Dikuasai Kepentingan

    Teriak Nelayan Tak Didengar, Muara Jelitik Dikuasai Kepentingan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    SUNGAILIAT, RADAKBABEL.COM  – Muara Air Kantung Jelitik bukan lagi sekadar dangkal, tapi sedang dibunuh perlahan. Urat nadi ratusan nelayan tempat sandar, jalur hidup, dan ruang kerja kini berubah jadi medan konflik yang dibiarkan tanpa kendali. Negara terlihat hadir di atas kertas, tapi absen di lapangan. Pendangkalan yang terus terjadi bukan lagi bisa disebut “proses alam”. […]

  • Lampur dalam Bayang-Bayang Transaksi Timah Illegal: Hukum Absen, Siapa Lindungi “Pos Jual Beli Timah Ergus”?

    Lampur dalam Bayang-Bayang Transaksi Timah Illegal: Hukum Absen, Siapa Lindungi “Pos Jual Beli Timah Ergus”?

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • 0Komentar

    LAMPUR, RADAKBABEL.COM – Aktivitas jual beli pasir timah di sebuah rumah warga di Desa Lampur, Kecamatan Sungai Selan, bukan lagi sekadar isu lokal yang beredar dari mulut ke mulut. Fakta di lapangan menunjukkan praktik ini berlangsung terang-terangan, intens, dan nyaris tanpa jeda namun anehnya, seolah tak tersentuh hukum. Rumah milik seorang pengepul bernama Ergus itu […]

error: Content is protected !!
expand_less